17kNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
17kNovel > Menikah karena Ancaman > Chapter 64 episode 64

Chapter 64 episode 64

    Zira masih berkutat dengan aktivitas nya di butik , Zira mendesain banyak pakaian karena banyak nya pesanan yang datang .


    Ponsel Zira berdering tertera nomor asing , Zira tidak mengangkat panggilan tersebut dia masih kembali fokus dengan desain nya . Akhirnya panggilan itu berhenti tidak beberapa menit nomor yang tadi kembali menghubungi nya .


    Zira mengangkat dengan malas .


    " Ya halo ", ucap Zira .


    " Zira ini aku fiko ", ucap si penelepon .


    Mendengar nama fiko , Zira langsung panik .


    aduh mati aku , bagaimana ini pasti dia ingin jawaban dari ku , apa aku bilang tunggu 1 tahun lagi , atau aku bilang yang sebenarnya atau aku pura - pura amnesia , batin zira .


    " Halo Zira kamu masih mendengar kan ku , apakah kamu ada waktu nanti siang ", ucap fiko dari ujung ponsel nya .


    " Eh iya , aku mendengar kan kamu fiko , iya aku ada waktu ", ucap Zira gugup .


    " Baiklah aku tunggu kamu di restoran xxx , sampai jumpa ", ucap fiko ramah sambil menutup panggilan nya .


    Tut Tut Tut suara panggilan berakhir Zira meletakkan kembali ponsel nya .


    " Apa yang harus aku lakukan , aduh bagaimana ini , baiklah aku pasti bisa ", ucap Zira memberikan semangat untuk dirinya sendiri .


    Suara ponsel Zira kembali berdering , Zira melirik ponsel nya lagi - lagi nomor asing , Zira menutup panggilan tersebut .


    Nomor itu kembali menghubungi Zira . Zira mengangkat dengan sedikit emosi .


    " Ya halo ", ucap Zira ketus .


    " Zira ", tanya si penelepon .


    " Bukan ini bukan Zira ini nenek nya Zira ", ucap Zira ketus .


    " Ziraaaaa ", teriak si penelepon .


    Zira menjauhkan ponsel nya yang berada di dekat telinga karena teriakan dari si penelepon sangat memekak kan telinga nya .


    " Idih ini suara keceng amat kayak suara emak - emak lagi menang arisan ", guman Zira pelan .


    " Bisa gak sih kamu gak teriak , telingaku jadi lepas nih ", ucap Zira cepat .


    Zira masih belum tau siapa yang menghubungi nya tapi suara nya tidak asing .


    " Zira siang ini kita akan makan siang bersama ", ucap si penelepon .


    " Ini siapa , kenapa anda memberi perintah kepada saya ", ucap Zira cepat .


    " Ini calon suami mu , apa kamu tidak mengenal suara ku ", ucap ziko keras .


    Zira menepuk dahinya dengan tangan nya .


    " Mana saya kenal dengan suara anda , biasanya suara anda terdengar sangat seksi tapi ini suara anda seperti suara toa yang rusak ", ucap Zira cepat .


    " Udah saya tidak mau berdebat dengan kamu datang ke restoran xxx ", ucap ziko cepat sambil menutup panggilan nya .


    Tut Tut Tut .


    " Cih ini orang lama - lama ya , sewaktu konferensi pers aja bisa romantis ", gerutu Zira .


    Zira melihat nama restoran yang di ucapkan ziko di atas kertas karena dia sudah menyalin nya kemudian dia melihat kembali nama restoran yang di sebut kan fiko .


    " Lah ini restoran yang sama dan jam yang sama dengan orang yang berbeda ", ucap Zira cepat .


    " aduh kenapa sih dengan kalian , apa tidak ada restoran yang lain kenapa harus di situ ", gerutu Zira sambil meletakkan kepalanya di atas meja .


    Zira mulai berpikir keras apa yang harus di lakukannya .


    " Aku bilang aja sama si ubi kayu kalo aku lagi gak enak badan , eh tidak mana percaya dia ", ucap Zira sambil tetap dengan pikiran nya .


    " atau aku percepat waktu makan ku dengan si ubi kayu , pasti dia mau ", ucap Zira senyum .


    Zira menghubungi nomor ziko , nomor ziko sudah di simpan nya di dalam daftar kontak .


    Dia memberikan nama ziko di dalam daftar kontak nya " ubi kayu gosong " Zira tersenyum .


    " halo tuan " , ucap Zira cepat .


    " hemmmm , bisa gak makan nya sekarang ", tanya Zira .


    " ini jam berapa masih jam 9 kamu sudah lapar , apa kamu tidak sarapan ", tanya ziko cepat .


    " gak ", ucap Zira .


    Zira sudah sarapan sebenarnya tapi dia berbohong kepada ziko .


    " tidak " , ucap Zira pelan .


    " Apa ", teriak ziko .


    " Kenapa kamu gak makan kalo kamu sakit aku juga yang repot kamu tau ", ucap ziko sedikit teriak .


    " Cih kenapa teriak sih , iya kamu bisa gak ", tanya Zira .


    Lama ziko diam tidak menjawab Zira .


    " Kamu datang ke kantor sekarang juga ", ucap ziko sambil menutup panggilan nya .


    Zira yang mendengar ucapan bingung .


    " Aku mau mengajak dia makan tapi aku malah di suruh ke kantor apa sekarang kantor nya sudah berubah jadi warteg ", guman Zira pelan .


    Zira mengambil tas nya dan keluar dari butik di depan butik sudah ada seorang supir sekaligus pengawal untuk Zira seperti yang di perintah kan ziko .


    " pak bisa antarkan saya ke kantor tuan


    muda ", ucap Zira sopan .


    " Baik nona ", ucap bapak tersebut .


    Mobil sudah menyusuri setiap jalan menuju kantor tuan muda . Mobil sudah sampai di depan gedung Raharsya Group hanya dalam waktu 15 menit mereka sudah sampai .


    Zira berjalan menuju loby , Zira menuju meja resepsionis .


    " Permisi saya mau bertemu Tuan muda ziko ", ucap zira ramah .


    " Silahkan Nona , tuan muda sudah menunggu anda ", ucap si resepsionis .


    Zira mengangguk . Zira berjalan menuju lift menekan tombol lift menuju lantai yang di tuju nya .


    " Seperti nya resepsionis itu baru yang kemaren kemana ya ", guman Zira pelan .


    Pintu lift terbuka Zira keluar dari lift . Banyak karyawan berlalu lalang melewati Zira , mereka senyum dan sedikit membungkuk kan kepalanya .


    " Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih ".
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
The Wrong Woman The Day I Kissed An Older Man Meet My Brothers Even After Death A Ruthless Proposition Wired (Buchanan-Renard #13)