17kNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
17kNovel > Menikah karena Ancaman > Chapter 63 episode 63

Chapter 63 episode 63

    Ziko menyusuri beberapa ruangan menuju ke ruang makan , dia masih memikirkan pemandangan yang baru saja di lihat nya pagi ini .


    Dia seperti mendapat kan vitamin D di pagi hari yaitu vitamin dada ????????????.


    Zira bejalan menuju ruang makan di sana formasi sudah lengkap ada Tuan besar , nyonya Amel , tuan muda dan Zelin .


    Melihat kedatangan Zira , nyonya Amel menyambut nya dengan senyuman nya .


    Nyonya Amel menghampiri Zira yang masih mematung karena tidak tau mau duduk di sebelah mana .


    " Mari sini ", ucap nyonya Amel sambil menuntun zira untuk duduk di sebelah ziko .


    Mereka menikmati sarapan dengan diam dan hening hanya suara sendok yang terdengar seperti sedang bertengkar satu sama lain .


    Ziko yang duduk di sebelah Zira menjadi salah tingkah sesekali dia melirik ke arah Zira .


    Selesai makan Nyonya Amel mengajak Zira untuk berkeliling mansion , Tuan besar melakukan aktivitas nya di ruang fitness , Zelin pergi ke kampus , Ziko berada di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya .


    " Zira maafkan Tante ya ", ucap Nyonya Amel sambil mengelus rambut Zira .


    Zira merasa tentram dengan perilaku yang di berikan Nyonya Amel , dia merasa seperti bersama ibu nya .


    Ada kerinduan yang sangat dalam diri Zira .


    Zira berusaha untuk menutupi kerinduan nya .


    Nyonya Amel berusaha mendekatkan dirinya dengan Zira , walaupun itu tidak mudah buat Zira .


    Setelah berkeliling mansion Nyonya Amel beserta Zira kembali ke ruang keluarga di sana sudah ada ziko dan Kevin .


    " baiklah Zira , Tante tinggal dulu ya ", Nyonya Amel pergi meninggalkan Zira bersama ziko dan Kevin .


    Ziko masih sibuk dengan Kevin membicarakan masalah pekerjaan nya .


    " Tuan aku mau ke butik ", ucap Zira .


    Ziko memberhentikan percakapan nya dengan ziko setelah mendengar ucapan Zira .


    " Kamu tidak usah ke butik ini hari ", ucap ziko cepat melanjutkan percakapan nya lagi dengan Kevin .


    " Kenapa ", tanya Zira bingung .


    jangan bilang aku tidak boleh melakukan rutinitas ku lagi , batin zira .


    Ziko tidak menjawab hanya mengambil remote televisi dan memencet salah satu tombol .


    Zira melihat ke arah televisi , semua saluran televisi menayangkannya berita tentang mereka berdua .


    Zira mengambil remote yang di letakkan ziko di meja , dia menekan tombol volume .


    Semua media menyebut nama nya sebagai perempuan yang sangat beruntung .


    " beruntung apa nya yang iya buntung ", gerutu Zira pelan .


    Zira berdiri dari sofa dan hendak pergi menuju kamar nya .


    " Mau kemana kamu ", tanya ziko cepat .


    " Saya mau ke kamar ambil ponsel ", ucap Zira cepat .


    Ziko langsung memberikan ponsel nya kepada Zira .


    " Untuk apa ", tanya Zira .


    " aku punya ponsel kok ", ucap Zira cepat .


    Ziko mengelus dahinya dengan tangan nya .


    " Ini bukan untuk mu , pake dan hubungi siapa yang mau kamu hubungi ", ucap ziko cepat .


    Zira langsung mengambil ponsel ziko dan pergi meninggalkan ruang makan , dia memencet nomor ponsel seseorang .


    " Halo ",


    " halo , Lina ", ucap Zira cepat .


    " ini siapa " , tanya Lina karena nomor ponsel yang tertera di ponsel nya nomor asing dan tidak terdaftar dalam daftar dalam ponsel nya .


    " Ini saya Zira " , ucap Zira cepat .


    " Mbak Zira ya , mbak Zira hebat ya udah jadi calon istri Tuan muda , mbak masuk dalam semua saluran televisi wah mbak hebat , mbak jadi Cinderella dalam semalam ", ucap lina cepat .


    " Lina - lina dengar dulu ", ucap Zira cepat .


    " iya mbak ", ucap lina .


    " Bagiamana keadaan butik ", tanya Zira cepat .


    " Butik aman mbak , cuma seperti nya kita kekurangan karyawan mbak ", ucap lina polos .


    Zira bingung dengan ucapan terlahir Lina .


    " Maksudnya ", tanya Zira lagi .


    " ya mbak semenjak berita mengenai pertunangan mbak Zira dan tuan muda di tayangkan di televisi sekarang Zira boutique banyak di datang pengunjung , ini aja ramai banget mbak ", ucap lina .


    " ya udah saya akan ke sana " , ucap Zira cepat .


    " gak usah mbak , mbak gak usah datang banyak pengunjung datang selain membeli mereka juga mau minta foto sama mbak Zira , mbak Zira hebat dah jadi artis " , ucap lina lagi .


    " Baiklah saya tidak jadi datang , kamu urus semua nya ya , kalo ada apa - apa hubungi saya ke nomor saya ", ucap Zira tegas .


    " memang nya ini bukan nomor mbak Zira ", tanya Lina lagi .


    " Bukan ini nomor si tuan muda ", ucap Zira cepat .


    " wah hebat mbak Zira pagi - pagi udah berduaan ", ucap lina lagi .


    Zira tidak menghiraukan ucapan Lina dia menutup panggilannya dan kembali ke ruang keluarga untuk mengembalikan ponsel ziko .


    " Makasih ", ucap Zira .


    Zira mengembalikan ponsel yang di pinjam nya ke tangan ziko .


    " duduk ", ucap ziko sambil menepuk sofa di sebelah nya .


    Zira Langsung duduk dengan cepat tidak ada bantahan sama sekali .


    " Jadi kamu ke butik " , tanya ziko .


    " gak lah ", ucap Zira cepat .


    " baiklah karena kamu sudah jadi calon istri ku jadi aku akan memberikan seorang supir sekaligus pengawal pribadi untuk mu ", ucap ziko cepat .


    Zira yang mendengar ucapan ziko dengan cepat langsung melihat ke arah ziko yang tadi nya melihat ke arah lain.


    " gak usah pake supir atau pengawal , saya tidak terbiasa ", ucap Zira cepat .


    " Kamu ini , ini bukan mengenai biasa atau tidak biasa tapi ini mengenai keselamatan mu ", ucap ziko tegas .


    Zira masih mendengar kan ziko .


    " Kamu tau kalo kamu sudah masuk dalam bagian Keluarga Raharsya keamanan mu harus di utamakan karena banyak saingan atau siapapun yang ingin menghancurkan bisnis kami , jadi untuk antisipasi kamu harus pake supir sekaligus pengawal ", ucap ziko cepat .


    Mendengar ucapan ziko , Zira merasa takut dia hanya mengikuti saran dari ziko .


    " like komen dan vote yang banyak ya terimakasih ".
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
The Wrong Woman The Day I Kissed An Older Man Meet My Brothers Even After Death A Ruthless Proposition Wired (Buchanan-Renard #13)