《Noir et Blanc》 Chapter 1: 00. Prolog Chapter 1: 00. Prolog Anak itu terus menangis, memohon pengampunan terhadap sosok dewasa yang tengah memegang kayu ditangannya. Tubuhnya sudah panas menerima beberapa pukn yang ia dapatkan dari sosok itu. Ia tidak mau berian untuk mencari tempat berlindung, karena semakin ia mngkah menjauh, semakin gerah sosok itu padanya. Gadis kecil itu tidak memiliki perlindungan apapun sin tangannya dan duduk ditikungan tembok, agar pukn tersebut tidak sampai melukai wajahnya dan punggungnya yang masih belumma ini sembuh. ¡°AAAAA!!¡± pekik gadis itu ketika sebuah¡­tidak, beberapa pukn ganas yang ia dapatkan dari sosok itu. Gadis kecil itu berteriak, meminta ampun, tapi kata-kata itu tidak diindahkan oleh sosok yang menjadi ibu kandungnya seumur hidupnya. ¡°Habis kau,¡± ¡°MAMA UDAH MA UDAH! SAKIT MA!!¡± Helena terus memukuli anaknya, hingga gadis kecilnya itu sudah tidak berdaya. Ia seakan baru saja sadar dari mimpinya ketika gadis kecilnya sudah tidakgi meraung. Ia menghentikan puknnya, matanya menilik gadis itu dan berjongkok untuk menyamakan tingginya pada anak gadisnya. Ketika ia menyadari gadis kecilnya tidak merespon dirinya yang sedang berada dihadapannya, Helena terjungkal ke bkang dan kayu itu lepas dari tangannya. Tangannya bergetar hebat, ketika ia menyadari gadis kecilnya hanya mematung dengan pandangan kosongnya, air matanya masih mengalir deras tanpa ia mengedipkan matanya. Gadis kecil itu sudah putus asa, seberapa keras dia berteriak, hal itu hanya akan membuat ibunya Owned by N?velDrama.Org. semakin memukulnya. ¡°AARRHH!!¡± teriak Helena, yang mengundang lirikan kosong dari anaknya, Chloe. Helena menangis kencang melihat luka dan lebam yang ia sendirh menciptakannya ditubuh gadis kecilnya. Ia merangkak, mendekati Chloe, melihat-lihat tangan dan kakinya yang masih segar lukanya. Helena mendekatkan dirinya pada Chloe, agar gadis itu bisa melihatnya dengan js. Chloe hanya mematung dengan tatapan kosongnya. Helena memegang wajahnya dengan kedua tangannya, berharap anaknya meresponnya. Namun, itu tidak terjadi, karena gadis itu tetap diam termenung dengan pikiran kosong. Badannya mi memanasgi karena luka-luka yang ia dapatkan dari Helena dan itu juga tidak mengubah apapun darinya. Isak tangis Helena juga tidak membuat gadis itu menatapnya, Helena menangis, meraung dengan tangan yang menjambak rambutnya. Sekaligi ia menyesal th memukuli anaknya dengan brutal. Ia mendekap anaknya dengan kuat, meminta maaf sebanyak mungkin. Gadis itu mendengarkannya hanya saja ia sudah telu lh dan kering. Sebanyak apapun ibunya meminta maaf, gadis itu tetap memaafkannya wupun ia tetap menerima pukn dari Helena. Usianya masih 9 tahun, tapi ia mengerti semuanya. Ia mengerti mengapa ibunya memukulnya dan karena ith dia tidak membenci ibunya sama sekali. Tangis Helena menjadi-jadi ketika Chloe menepuk punggungnya, seakan ingin menenangkan ibunya, wupun ia tidak berkata apapun. Sebanyak apapun Helena memukulnya, ia tetap tidak bisa membenci ibunya, karena tidak smanya Helena memukul dan memarahinya. Tentu keduanya sangat dekat, hanya saja rasa cinta dan amarah juga dekat untuk mereka. Chapter 2: 01. Ospek Chapter 2: 01. Ospek Author¡¯s POV ¡°Chloe! Bangun!¡± ¡°Mmmh¡­¡± erang Chloe yang masih memeluk gulingnya dengan sayang. Badannya terasa berat sekali karena sudah lengket dengan kasur dan gulingnya. Helena menggelengkan kepnya ketika ia membuka pintu dan melihat anak gadis nya masih tiduran. Helena menarik guling Chloe dan berkacak pinggang,¡±Kamu mau dihukum sama senior kamugi?¡± Chloe mengh nafas ms dan bangun dari ranjangnya,¡±Ma, boleh gak sih aku bolos aja? Malesin banget senior-senior itu ku udah teriak-teriak,¡± ¡°Tidak tidak. Kamu tidak boleh bolos!¡± ¡°Tapi ma-¡° ¡°Tidak ada tapi-tapian. Mama sudah siapkan sarapan kamu dibawah. Sana mandi,¡± ¡°Iya-iya,¡± dengan berat, Chloe berdiri, mengambik handuknya. Helena tidak melepaskan putrinya dari pandangannya, memastikan Chloe benar-benar masuk ke kamar mandi. ¡°Mama juga mau ikutan mandi sama Chloe?¡± ¡°Mama itu mengawasi kamu, tau! Nanti kamu tidurgi ku mama ga awasi,¡± ¡°Iya ma, iya. Aku masuk nih ya¡­ masuk nih,¡± ujar Chloe, masuk kedm kamar mandi, meninggalkan ibunya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Helena masih berdiri, sampai dia mendengar suara air yang deras, barh dia benar-benar pergi. Chloe masih sangat mengantuk. Lihah, bagaimana ms nya ia ketika ia menggosok giginya. Dm hati, ia mengutuk senior-senior yang membuatnya tidurrut tadi mm. Ia berharap ospek benar-benar dihapuskan dari bagian pendidikan Indonesia. Untuk pendidikan karakter katanya, tapi cara yang digunakan adh berteriak dan membentak. Memangnya dengan ospek, semua mahasiswa akan benar-benar mendapat pencerahan dan mengubah sifatnya begitu perkuliahan dimi? Begitukah? ¡°Berubah karena seseorang menurut hanyh mitos dan tidak benar-benar terjadi. Siapapun tidak akan pernah bisa mengubah seoranginnya sin orang itu sendiri yang ingin berubah. Manusia itu mengecewakan, baik sadar maupun tidak sadar," batin gadis itu sembari membasuh tubuhnya sekali "Hah..." erangnya dengan segar. Sebagai contohnya, jika ada seseorang berubah karena aku,lu aku tanpa sadar menyakiti orang itu. Dapatkah kalian membayangkan apa yang akan terjadi snjutnya,¡± ujar gadis itu sembari menutupi tubuh polosnya dengan handuk,lu kemudian keluar dari kamar mandi dan berjn ke kamarnya. Ia menatap seragam putih hitamnya dan beberapa atribut anehnya yang harus ia gunakan dengan ms. ¡°Tenanh Chloe, sisa 2 harigi,¡± ujarnya, menyemangati dirinya yang sudah lesu sebelumnya. **** Ditengah terik, Chloe berdiri dengan papan namanya yang bergntungan. Rambutnya ia kuncir dua karena diahir di bn Februari. Ia merasa beruntung, jika saja iahir di bn 12, wupun rambutnya cukup panjang, ia pasti kerepotan. ¡°Chloe Limantoro,¡± Chloe mengutuk kakak gugus yang menyebutkan nama panjangnya, seakan ingin menarik perhatian semua orang, bahkan termasuk dirinya. Dia adh Wilson, kakak gugus yangkiki tapi mulutnya melebihi kakak gugus perempuaninnya. Sejujurnya Chloe juga tidak suka dengan nama panjangnya, karena nama ini adh nama keluarga yang ia dapatkan dari ayahnya, ayah yang sudah pergi meninggalkan ibu dan dirinya sejaklulu. Yang membuatnya tidak suka ih, wupun pria itu sudah pergi dari kehidupan ibu dan dirinya, namun nama keluarga itu masih melekat dengan dirinya. Chloe tidak dapat menahan ekspresinya ketika lki tadi mendekatinya,lu merangkul dirinya dengan dekat. Lki itu tidak memerdulikan ketidaknyamanan Chloe, karena ia merasa sangat percaya diri dengan tampangnya. Tapi memang tidak dipungkiri, tampang pria itu lumayan cakep dan buktinya kemarin ia cukup banyak mendapat surat cinta dari anak-anak ospekinnya. Memprihatinkan bagi Chloe, saat melihat maba-maba itu bergerombol dan berantusias untuk memberikan surat itu kepada Wilson, karena pria seperti Wilson sama sekali tidak memenuhi standard nya untuk dikatakan sebagai seorang pria. Tidak hanya sekali saja ia mkukan hal seperti merangkul dan merecokki Chloe, sudah berkali kali juga iakukan ini dan Chloe tidak nyaman dengan pekuan itu. Sin ia tidak suka, apa kata maba ¡°Oh ya, kemarin kamu tidak bawa surat cinta kan?¡± Chloe hanya mengangguk, Owned by N?velDrama.Org. ¡°Apa kau membawanya sekarang?¡± Chloe juga mengangguk, sembari merogoh kantongnya dan memberikan surat itu kepada Wilson. Willson tersenyum remeh, ia menduga ku Chloe juga tertarik padanya. ¡°Kubuka sekarang ya,¡± ujarnya yang kemudian melepaskan rangknnya dari Chloe. Chloe mengangguk ms, Willson memberikan surat itu kepada gadis yang berdiri disamping Chloe untuk membukakan surat itu untuknya karena ia tidak mau spoiler. Willson terlihat bangga ketika ia menerima surat itu sebelum dia membaca isi surat. Ia mengeraskan rahangnya begitu ia melihat isi surat itu, emosi nya semakin meluap ketika Chloe menaikkan satu alisnya, seakan mengejek lki itu, Lki itu membuang nafas, merasa tidak percaya. Namun seketika itu juga iangsung menarik kerah baju Chloe dengan emosi. Gadis yang tadinya membuka surat itu panik. Iangsung bergerak, berusaha untuk memisahkan tangan Wilson yang menarik kerah baju Chloe, tapi gagal karena gadis yang diketahui bernama Jocelyn itu mh terdorong hingga terjatuh. Merasa tidak punya carain, gadis itu pergi mencari bantuan untuk meri keduanya. Namun berbeda dengan Chloe, gadis itu masih memiringkan senyumannya untuk Willson. Tidak ada rasa takut ataupun gentar wupun rahang pria itu sudah mengeras, ¡°Beraninya kau-¡° ¡°HEY BERHENTI!¡± teriak seorang senior lkiinnya yang dibawa Jocelyn untuk meri keduanya. Lki itungsung menarik tangan Willson dan mengunci tangan Wilson dan membawanya pergi. Beberapa senior perempuaninnya juga berdatangan kepada Chloe, untuk memeriksa apakah ada luka yang di tubuh Chloe dan pastinya menanyai kejadian tersebut. Sementara di sisiin, Jocelyn mengambil secarik kertas yang sudah diremas itu dan melihat apa isi surat itu dan alhasil, ia menahan tawa ketika membacanya. Tapi itu tidak bengsungma, karena seorang seniorinnya mengambil secarik kertas itu dari Jocelyn. Seketika ith, beberapa perempuan itu bergerombol melihat isi kertas yang menjadi menjadi bom emosi untuk Wilson, Kepada kakak gugusku, Wilson¡­ Berhenth merangkulku dan berbicara sedekat itu padaku karena nafasmu bau. Chapter 3: 02. Setelah Insiden itu Chapter 3: 02. Seth Insiden itu Author¡¯s POV Seth insiden itu, Chloe banyak mendapat perhatian dari senior dan orang-orang seangkatannya. Banyak senior yang mh sinis kepadanya, tetapi diin sisi, banyak juga senior yang memuji keberaniannya untuk berkata demikian kepada Wilson. Sh satu orang yang kagum padanya adh Jocelyn, gadis yang kemarin membantu meri mereka berdua. Hari ini kakak gugus kelompok Chloe diubah menjadi perempuan karena sesudah insiden itu, panitia-panitiangsung membawa ini ke dm rapat mereka. Demi menjaga Chloe, Wilson ditukar dengan orangin. Chloe sangat menyayangkan hal ini, bukan karena pergantian kakak gugus, minkan menyayangkan pertukaran ini terjadi sehari sebelum ospek selesai. Chloe sedang berdiri dengan beberapa mahasiswa baruinnya yang menunggu jemputan, karena sh satu peraturan dm ospek, bahwa mahasiswa baru tidak boleh membawa kendaraan untuk san kesmatan. Sebenarnya Chloe tidak telu keberatan dengan peraturan tersebut, karena bisa saja ada mahasiswa yang mungkin telu lh hingga tidak focus waktu menyetir, tapi ia tidak punya pilihanin sin mwan peraturan tersebut, karena ibunya tidak bisa menyetir dan tentu saja ia tidak ada sesiapun yang bisa mengantar dan menjemputnya. Caranya ih, ia akan ikut naik angkot dan berhenti agak jauh di tempat mobilnya diparkir. Untuk menghindari aduan mahasiswa baruinnya, ia masuk angkot seth sepi. Sembari menunggu, Chloe menoleh ketika seseorang menepuk pundaknya, yang ternyata itu adh Jocelyn, ¡°Hey,¡± ujar gadis itu, ¡°Ya?¡± tanya Chloe tanpa banyak basa basi, ¡°Belum dijemput ya? Rumahmu dimana?¡± ¡°Nunggu angkot, di daerah sei panas,¡± ¡°Mau bareng? Rumahku daerah Nagoya, bish ku mau lewat sei panas,¡± ¡°Tidak usah, terimakasih,¡± ujar Chloe, mengangguk kecil. Ia kembali membalikkan pandangannya dari Jocelynlu melihat-lihat angkot yang di jnan Batam yang riuh. Jocelyn tidak menyerah, dia berjn ke depan Chloe agar Chloe melihatnya. Jocelyn menggantungkan tangannya kepada Chloe,¡±Aku Jocelyn,¡± Chloe melirik tangan gadis itu dan menyambutnya dengan singkat,¡±Chloe,¡± Jocelyn terkekeh,¡±Seharusnya kita sudah saling tau nama ya! Kita kan se gugus,¡± Chloe tersenyum kecil dan mengangguk,lu kemudian mengalihkan pandangannyagi untuk mencari angkot. Jocelyn menarik nafasnya untuk membuka percakapan dengan Jocelyn, ¡°Kemarin¡­¡± Chloengsung melirik gadis itugi, ¡°Kemarin kau sangat keren,¡± ¡°Benarkah?¡± ¡°Ya! Absolutely yes!¡± ¡°Why makes you think like that?¡± ¡°Woah, you have a good ent!¡± ¡°Not really. Moreover, it¡¯s not about the ent that makes you look great, it¡¯s about vocabry and grammar,¡± ¡°I see¡­¡± ¡°So what is it?¡± tanya Chloegi kepada Jocelyn, ¡°Sorry?¡± ¡°Kenapa kau bisa berpikiran itu keren padahal itu menghina senior kita,¡± ¡°Bagiku kau tidak menghina kak Wilson, bagiku kau sangat keren bisa berani berkata begitu. Lagip memang nafasnya aja yang bau, hahahaha,¡± Keduanya tertawa lepas, ¡°Aku kira aku saja yang berpikiran begitu,¡± ujar Jocelyngi, ¡°Aku hanya mengatakan fakta yang kumi sma dia menjadi kakak gugus kita,¡± ¡°Kau benar hahaha,¡± ¡°Eh, aku sudah dijemput. Kau tidak ingin bareng?¡± Chloe menggeleng dan Jocelyn mengh nafas pasrah,¡±Oke deh. Sampai bertemu besok,¡± Chloe hanya tersenyum kecil dan sedikit mmbai ketika Jocelyn masuk ke dm mobilnya. ¡°Iya ku kita besok seks,¡± ujar gadis itu, seh mnjutkan perkataan Jocelyn. Wupun prodi mereka sama, yakni multimedia, tapi itu tidak menjamin jika mereka akan seks. **** ¡°Gimana tadi ospeknya? Ini hari terakhir kan?¡± ujar Helena, ketika ia menyiapkan makanan untuk ia letak di meja makan. Chloe juga bergerak untuk membantu ibunya, namun Helena menknya dan menyuruhnya untuk duduk saja. ¡°Ya begith. Kakak gugusku diganti hari ini, sangat disayangkan banget,¡± ¡°Diganti? Kenapa?¡± tanya Helena sebelum dia duduk, ¡°Aku membuatnya marah,¡± ujar gadis itu dengan sepele, ¡°Marah? Kamu apakan dia, Chloe?¡± ¡°Aku hanya bng jangan dekat-dekat denganku karena nafas dia bau,¡± ¡°Oh ya, smat makan!¡± ¡°Chloe¡­¡± ¡°Iya ma¡­¡± ¡°Jangan begith sama orangin. Seharusnya kamu bng baik-baik, ku begini kan namanya kamu udah mempermalukan dia,¡± ¡°Tapi nafas nya benar-benar bau tau ma! Lagian dia pake rangkul-rangkul, sengaja dekat-dekat ke aku gitu, siapa juga yang gak risih. Hanya cewek gampangan yang senang dipekukan begitu,¡± ¡°Chloe¡­ kamu gak boleh gitu ngomongnya,¡± ¡°Tapi bukankah itu benar? Tubuh kita itu asset kita untuk pasangan sah kita nanti,¡± ¡°Iya itu benar, tapi nak¡­ kamu berusaha dong untuk tidak telu ketus gitu, nanti gak adakiki yang mau sama kamu gimana, hayo loh,¡± ¡°Aku ga butuh lki seperti itu, apgi ku seperti orang itu,¡± ¡°Orang itu? Maksudmu papa kamu?¡± Chloe hanya diam, menyuapkan nasi ke dm mulutnya, seakan tidak ingin menjawab pertanyaan ibunya, ¡°Chloe! Jawab mama!¡± Chloe menatap ibunya dengan perasaan campur aduk,¡±Kenapa sih mama slu bin lki itu? Apa bagusnya dia? Bahkan untuk dianggap sebagai seorang ayah pun tidakyak dia dapatkan,¡± ¡°CHLOE, CUKUP!¡± Tangan gadis itu berhenti, matanya menatap ibunya yang sudah berkaca-kaca. Melihat itu, Chloe menyudahi makanannya. Ia tidak ingin bertengkar dengan ibunya karena pembahasan yang tidak menyenangkan ini. Ia membungkam mulutnya,lu meletakkan piringnya dan mencucinya. Sementara Helena, air matanya membasahi pipinya karena sudah membentak anaknya. Perasaannya campur aduk, ia tidak ingin anaknya terus menerus tenggm dm kebenciannya terhadap ayahnya sendiri. ¡°Chloe¡­¡± panggil Helena ketika Chloe hendak menaiki tangga untuk masuk kedm kamar, Gadis itu menghentikanngkahnya ketika ibunya memanggilnya dengan nada lembutnya. Butuh waktu yangma untuknya membalikkan tubuhnya untuk melihat ibunya. Sesiapapun tidak tahu, jika gadis itu juga menahan emosinya yang juga ingin meledak, ¡°Ingah¡­ dia juga ayahmu, Chloe. Mama hanya tidak ingin kamu terus menerus termakan kebencian terhadap siapapun, apgi dia ini ayahmu, nak,¡± ¡°Ya ma¡­¡± ¡°Ingat juga, setidaknya dia juga membiayai kita hidup hingga sekarang,¡± Chloe memblakkan matanya, merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar,¡±Jadi apa yang kita miliki semuanya dari orang itu?¡± ¡°Berhenth memanggilnya orang itu,¡± Owned by N?velDrama.Org. Chloe mengepalkan tangannya,¡±Kenapa mama baru bng sekarang ku fasilitas yang kita punya ini, dia yang menanggungnya?¡± ¡°Karena mama tahu, kamu adh anak yang mandiri. Mama akui itu. Tapi karena ith mama takut, ku kamu nekat kabur dari rumah, mencari danamu sendiri untuk hidup karena kamu pasti tidak akan menerima pemberian apapun dari ayah kamu. Dan karena kamu sekarang sudah dewasa, mama rasa ini tidak perlu ditutupigi¡­¡± ¡°Dan apa itu menjamin ku aku akan tetap tinggal dirumah ini seth mama memberitahukan ini padaku?¡± Helena bangkit dari kursinya, berjn ke putri sematangwayangnya, memegang tangannya untuk memohon dengan sangat, ¡°Mama mohon, jangankukan itu, Chloe. Jangan tinggalkan mama¡­ Cukup ayahmu saja yang pergi, jangan kamu juga nak,¡± ujar Helena dengan air mata yang tidak bisa ia bendung. Chloe hanya diam, membiarkan air matanya turun, ¡°Baik ma¡­¡± Chapter 4: 03. Setelah Insiden itu 2 Chapter 4: 03. Seth Insiden itu 2 Author¡¯s POV Chloe masih terbayang dengan apa yang terjadi barusan. Ia merasa bersh karena sudah bertindak seperti anak durhaka terhadap ibunya. Rasa bersh mi menghantuinya, ia merasa tidak berguna sebagai seorang anak. Terlebih, bukan hanya dia yang merasa terluka dan dia bisa mkukan hal seegois itu tetapi ibunya juga. Chloe berjn menuju meja riasnya, untuk melihat bagaimana mimik wajahnya saat ini. Hampa. Tidak hanya tatapannya saja, tapi juga perasaan dan hatinya. Ia tidak tahu harus berkata seperti apa untuk pantn dirinya dicermin. Apa dia harus menangis? Ataukah dia harus pergi beri untuk meminta maaf? Atau mungkin haruskah dia mengabaikan semuanya dan menjninya seakan tidak ada apapun dikeesokkan harinya. Ia bahkan merasa tidak ada tanda kehidupan dm dirinya, karena ia sulit untuk mengeskspresikan dirinya di depan orang banyak, apgi untuk menangis. Ia tahu jika menangis itu merupakan hal yang lumrah, bahkan patut untuk dkukan agar emosi negatif kita bisa keluar. Tapi entah kenapa dm dirinya menk untuk menangis karena itu ia tidak ingin terlihat lemah. Lebih tepatnya, hati gadis itu dilindungi oleh baja, padahal di dm dia sangah rapuh. Sebenarnya ada halin yang ia rahasiakan dari siapapun, yakni mengenai dirinya yang sudah didiagnosa depresi berat atau dapat dikatakan depresi mayor. Depresi mayor merupakan jenis depresi yang membuat penderitanya merasa sedih dan putus asa sepanjang waktu. Gej seperti; suasana hati yang murung dan suram, kehngan minat terhadap hobi atau aktivitasin yang sebelumnya disukai, memiliki gangguan tidur, sering merasa lh dan kurang berenergi suasana hati yang murung dan suram, slu merasa bersh dan tidak berguna, sulit berkonsentrasi, dan adanya kecenderungan untuk bunuh diri. Gej ini bisa bengsung berminggu-minggu hingga berbn-bn. Terlepas dari berapama gej bengsung. Depresi berat dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Tapi wupun begitu, depresi tidak boleh dianggap remeh karena penderita harus segera ditangani oleh professional, karena jika dibiarkan, kejadian seperti self-harm dan bahkan niat untuk bunuh diri bisa saja terjadi jika depresi tidak ditangani dengan baik. Chloe hanya bisa pergi sekali ke psikolog, untuk mencari tahu bagaimanakah gambaran dirinya. Psikolog tersebut berkata, apa yang terjadi pada Chloe dikarenakan trauma kekerasan yang ialui dimasa kecilnya yang membuatnya mimpi buruk dan mengmi sleep paralyze dengan rasa sakit ketika ia bangun. Belumgi bkangan ini dia mendengar suara-suara aneh yang bisa membuatnya meragukan dirinya sendiri, ¡°Apakah aku nyata?¡± ¡°Apakah ini hanya sugesti ku saja?¡± ¡°Bagaimana jika ini hanyh kesedihan biasa yang kulebih-lebihkan?¡± ¡°Jika itu benar, mengapa rasanya semenderita ini?¡± Pemikiran seperti ini terus menghantuinya dan di dm kesendiriannya ia berteriak dm hati. Ia tidak sempatgi untuk ke psikolog maupun psikiater karena dia sudah mi disibukkan dengan Content (C) N?v/elDra/ma.Org. perkuliahannya. ¡°Aku tidak merasa apapun dm diriku,¡± Tapi, ketika permashan yang menyangkut keluarganya mencuat, semuanya berubah. Hal itu membuatnya hampir g dan mkukan banyak self-harm, sebagai bentuk pmpiasan emosinya yang sma ini mati. Saat depresi menyerangnya, ia sadar tapi seakan tidak bisa menahan dirinya untuk terus menusukkan garpu ke pahanya. Dan begitu ketika dia sudah stabil, ia seakan dia baru sadar dari mimpinya jika dia sudah mkukan hal yang tidak baik. Depresi hadir tanpa diduga-duga, terkadang karena hal sepele yang membuat penderitanya overthinking dan bisa juga memicu panic attack dan itu pernah terjadi pada Chloe, ketika ia membaca komentar-komentar di sosial media yang sangat meremehkan apa yang seorang depresi rasakan. Hal itu membuatnya down dan menangis hebat, padahal komentar itu bukah untuk dirinya. Inh yang menjadi pergumnnya setiap hari. Ia merasa seperti karakter antagonis di setiap aspek kehidupannya, karena ia susah sekali merasa simpati dan ia tidak merasa apapun dm dirinya. Sangat disayangkan, jika ia rutin kontrol ke psikiater, pasti kondisinya membaik. Juga, sh satu san ia menutup hatinya dengan baja adh karena seorang sahabat yang seharusnya mendukung dirinya, mh meremehkan permashannya dan menjudge dirinya kurang beriman. Hal itu menghancurkan hatinya. Padahal, yang Chloe butuhkan adh dukungan, tetapi remehan dan penkah yang ia dapatkan. Sangat menyakitkan. Sebuah depresi terjadi tahap demi tahap untuk bisa dikatakan depresi. Chloe hanya membutuhkan dukungan, tetapi dukungan itu pupus karena kurangnya pengertian masyarakat terhadap mental illness itu sendiri. Menyakitkan? Sangat. Sejak saat itu, ia berpaling dan tidak mempercayai siapapun karena manusia itu mengecewakan, baik sadar maupun tidak sadar. **** Semua mata tertuju pada Chloe ketika Chloe hendak masuk ks. Tidak diragukangi, kejadian saat ospek tersebut pasti pemicu mata-mata itu meluruskan pandangannya pada Chloe. Namun ada sesuatu yang menyita perhatian Chloe, yakni terlihat sebuah tangan yang mmbai kepadanya. Dan tebak siapa itu? Ya, itu Jocelyn. Chloe melihat perbedaan Jocelyn yang kemarin dan sekarang. Sekarang dia terlihat cantik dan cukup modis juga, ku bisa dikatakan, ia memang terlihat seperti orang yang berada karena outfit dan barang-barang yang ia pakai. Berbeda dengan Jocelyn, Chloe hanya memakai kemeja kebesaran dengana jeans, ya seperti outfit mahasiswainnnya. Hal itu dini aneh bagi Chloe, untuk apa anak sepertinya seakan terus mencari perhatian kepadanya? Chloe meni, Jocelyn bisa saja mencari teman yang sederajat dengannya, memakai jam tangan mahal, outfit yang bernama, belumgi dengan makeupnya yang minim, yang menambah kesegaran diwajahnya, tidak seperti kemarin yang lusuh. Chloe yakin, pasti akan banyak yang menyukai Jocelyn, karena dia memang cantik dan juga sifatnya yang ceria dan ramah. Jocelyn sudah menyiapkan meja dengan meletakkan tas nya di bangku sampingnya agar tempat itu tidak diambil oleh siapapun. Melihat gadis it terus mmbai, dan memberi isyarat untuk duduk di sampingnya, Chloe berjn dan benar-benar duduk ditempat Jocelyn siapkan. ¡°Ternyata kita benar-benar seks ya,¡± Chloe tersenyum kecil, sebelum dia mengeluarkan binder dan penanya. Jocelyn ingin sekali bercakap- cakap pada Chloe, tapi dia sangat bingung bagaimana caranya karena gadis itu telu cuek. ¡°Chloe,¡± ¡°Ya?¡± ¡°Apa kau tidur nyenyak semm.¡± ¡°Bodoh, apa yang kkukan?¡± batin Jocelyn. ¡°Yah, lumayan,¡± ¡°Hmm anu, Chlo-¡° ¡°Perkuliahan akan dimi, bersiah,¡± ujar gadis itu, tanpa memandang Jocelyn yang sedang berpikir untuk percakapan snjutnya, ¡°O-oh, benar juga,¡± jawabnya dengan canggung. Dan sepanjang perkuliahan, Chloe sangat focus dan menulis beberapa hal yang penting, sementara Jocelyn tidak berhenti menguap sepanjang perkuliahan. Ia takjub dengan Chloe ketika ia melirik isi catatannya yang penuh dengan tinta warna warni. Mata kuliah yang mereka saat ini adh mata kuliah komunikasi bahasa inggris, dan akhir dari perkuliahan, setiap mahasiswa ditugaskan untuk mencari kelompok yang terdiri dari 3 orang untuk mempresentasikan materi apapun menggunakan bahasa inggris di minggu depan. ¡°Kita sekelompok yuk,¡± ajak Jocelyn yang dibs anggukan oleh Chloe sembari ia bersiap-siap untuk keluar ks. Jocelyn terus mengekori Chloe bahkan saat Chloe berjn ke toilet. Chloe membalikkan tubuhnya, menatap gadis itu untuk menilik respon dan niat nya saat ini, ¡°Berhenth mengikutiku,¡± ¡°Tapi, bukankah kita satu kelompok?¡± Chloe mengh nafas,¡±Kita bisa bahas nanti,¡± ¡°Tapi gimana bisa? Aku tidak memiliki kontakmu,¡± ¡°Ah benar juga,¡± Chloe meminta ponsel Jocelyn untuknya menyimpan kontaknya. ¡°Oh iya, kita sebenarnya kurang satu oranggi loh,¡± ¡°Nanti kita cari,¡± ujar Chloe, sebelum dia masuk ke toilet. Jocelyn sangat antusias, ia yakin pasti bakn sangat bagus jika sekelompok dengan Chloe, terlebih bahasa inggrisnya juga bagus. Chapter 5: 04. Kenalan Baru Chapter 5: 04. Kenn Baru Author¡¯s POV Chloe berjn ke perpustakaan, mencari sudut yang bisa ia tempati dan jauh dari mahasiswa- mahasiswainnya. Ia tidak mengajak siapapun, bahkan Jocelyn saja dia tidak ajak. Ia ingin menghabiskan waktunya sendirian. ¡°Bingo,¡± ujarnya saat dia menemukan tempat yang ia inginkan. Fasilitas perpustakaan Universitas ini sangat luas dan cukup lengkap, sehingga cukup strategis untuk orang seperti Chloe yang ingin bersembunyi sebentar, sebelum ia png. Chloe mengeluarkan bindernya, beserta pensil dan penghapus. Ia ingin menggambar sesuatu saat ini karena mood nya sedang bagus. Chloe membuka ponsel pintarnya untuk mencari referensinya menggambar dan tidakma, dia mendapatkannya. Bkangan ini, kehidupannya dia merasa sedikit gp, maka dari itu dia pasti akan melukis sesuatu yang sedikit dark. Chloe sangat menyukai menggambar, baginya dengan menggambar, ia bisa mengekspresikan perasaannya saat ini. ¡°Wah, gambarmu bagus banget,¡± Gadis itu sedikit terperanjat ketika mendengar suara Gavin yang entah darimana ia bisa tahu letak gadis itu berada. Chloe kembali melukis,¡±Thanks,¡± Lki itu berjongkok, untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu,¡±Kau sepertinya multitalenta ya,¡± Pandangan Chloe tidak lepas dari gambar yang ia kerjakan,¡±Tidak juga,¡± ¡°Aku yakin, kau juga pasti suka menulis kan?¡± Goresan tangan gadis itu berhenti, ia menoleh pada Gavin sejenak, sebelum dia kembaligi mnjutkan gambarnya,¡±Begith,¡± Gavin masih berada di samping gadis itu hingga ia selesai menggambar. Pria berparas tampan ini sangat menikmati goresan demi goresan yang Chloe garis untuk mengarsir object yang ia gambar. Tidakma sethnya Chloe menyudahi karyanya dan gadis itungsung bangkit berdiri dan melenggang pergi, meninggalkan Gavin tanpa sepatah kata apapun. Sebenarnya lukisan itu belum sepenuhnya selesai, ini semua karena ia tidak nyaman ketika Gavin berada disampingnya ¡°Hah¡­ aku masih ingin mnjutkan gambarku¡­¡± batin gadis itu, yang melihat-lihat tempat yang kosong untuknya mnjutkan pekerjaannya. Ia tidak bisa menyangkal kesenangannya ketika ia mendapat spotin yang menurutnya sangat pas untuk ia menggambar disana. Hanya saja, ketika dia berjn ke spot itu, Jocelyn tiba-tiba menghadangngkahnya, ¡°Sudah kuduga kau ada disini,¡± ujar gadis itu berkacak pinggang. Chloe mengatap gadis itu dengan bingung,¡±Memangnya kenapa?¡± Tanpa basa basi, Jocelynngsung menarik tangan Chloe ke sebuah gazebo di depan perpustakaan untuk mereka berbincang, ¡°Aku ingin tau, kenapa kau bisa semudah itu membiarkan Gavin masuk ke kelompok kita??¡± ¡°Ya karena kita memang kurang orang¡­?¡± ¡°Benarkah? Semudah itu?¡± ¡°Kau tidak suka ku dia bergabung?¡± tanya Chloe k-kan. ¡°Eh tidak tidak. Aku cuman penasaran aja¡­¡± Chloe masih mencerna jawaban yang ingin ia keluarkan dari mulutnya,¡±Entah. Aku hanya merasa tidak ada shnya kita memasukkan dia,¡± Jocelyn terdiam sejenak, memikirkan apa ia harus bertanya apa yang ia pikirkan, ¡°Chloe, kamu tidak suka jadi pusat perhatian kan?¡± Chloe mengangguk, ¡°Gavin, dia itu cukup dikenal loh,¡± ¡°Oh ya? Terkenal dengan apanya?¡± ¡°OMG kamu gatau?!¡± ujar gadis itu, kaget dengan ketidaktahuan Chloe. ¡°Untuk apa aku tahu?¡± Jocelyn menepuk jidatnya,¡±Tampangnya Chloe, tampangnya! Dia itu prince charming tau tidak sih!?¡± ¡°Enggak,¡± katanya menggeleng, ¡°Enggak? Jadi apa yang kau tau?¡± ¡°Yang kutahu? Ya¡­ makan, tidur dan kuliah,¡± Jocelyn menggeleng-gelengkan kepnya karena ketidakperdulian Chloe terhadap sekitarnya. ¡°Lalu bagaimana denganmu?¡± tanya Chloe balik, ¡°Aku? Kenapa dengan aku?¡± ¡°Aku yakin banyak yang mendekatimu saat ini kan?" Gadis itu terdiam dan tertegun sejenak mendengar apa yang Chloe sangka kan padanya. Yang ia pikirkan ih bagaimana gadis itu bisa tahu? ¡°D-Darimana kau bisa tahu?¡± ¡°Banyak lki yang meminta kontakmu dariku,¡± ujar Chloe, yang mengundang kekagetan dari gadis itu, ¡°B-benarkah?¡± ¡°Ya, dan aku cuekin saja mereka,¡± Jocelyn tidak berani menatap Chloe. Ia menunduk sambil menggigit bibirnya,¡±Maaf sudah merepotkanmu. Kau pasti risih kan¡­¡± ¡°Tidak mash, aku juga tidak menggubris mereka,¡± ¡°Dan syukurnya mereka tidak memaksa,¡± ¡°Tapi¡­ ku kau benar-benar menk mereka, kenapa masih ada juga yang menghubungiku?¡± Chloe mengendikkan bahunya,¡±Entah, kita baru saja menjadi mahasiswa. Memangnya siapa saja yang kau beri kontakmu?¡± Jocelyn berpikir sejenak, sebelum ia membtkan matanya,¡±Wilson. Iya kak Wilson. Dia pernah meminta kontakku,¡± ¡°Lalu kau memberikannya?¡± ¡°I-iya. Soalnya aku emm rada takut gitu sama dia,¡± Chloe menatap gadis itu yang masih memalingkan pandangannya. Ketika gadis itu sadar Chloe memandangnya, Jocelyn mengalihkan pandangannya kepa Chloe. Seketika itu juga, Chloe membuang pandangannya,¡±Lebih baik kau blokir saja mereka ku kau risih,¡± ¡°T-tapi¡­¡± ¡°Ku kau mau mereka menganggumu terus, thennjutkan saja,¡± Jocelyn berpikirgi, disatu sisi dia tidak enakan dengan orang-orang itu, tapi dia juga tidak suka jika para lki itu membahas hal yang tidak penting. Pada akhirnya dia memantapkan pikirannya, mengambil ponselnyalu benar-benar memblokir nomor-nomor itu. Chloe yang menyaksikan hal itu tersenyum miring, bukan untuk mengejek tapi ia salut jika memang ada orang yang mau mendengarkan perkataannya. ¡°Good job,¡± ujar gadis itu dengan senyuman tipis, ¡°Ah tidak-tidak. Aku rasa aku yang harus berterimakasih,¡± Tidak membutuhkan waktu yangma membuat mereka canggung kembali. Wupun keduanya terus bersama, tapi rasa canggung itu masih mengikuti mereka karena Chloe memang sepelit itu untuk berbicara. ¡°Bagaimana k-¡° perkataan gadis itu berhenti ketika lki bernama Jeffry itu mendatanginya, ¡°Hey!¡± sapa Jocelyn pada sahabat kecilnya yang berkuliah di fakultas yang berbeda dengannya. Seth menyapa Jeffry, gadis itu baru tersadar jika ia memiliki Chloe disampingnya. ¡°Chloe, ini Jeffry,¡± ¡°Chloe? Cewek yang it-¡° Jocelynngsung menendang kaki pria itu sebagai bentuk peritahnya untuk tidak membahas hal itu, ¡°Jeffry, ini Chloe,¡± Keduanya berjabat tangan dan Jocelyn sedikit menepuk-nepuk tangannya, membayangkan jika mereka bertiga bisa berteman baik, ¡°Sini duduk,¡± ajak gadis itu dengan antusias, ¡°Sorry, gak bisa nih. Bentargi ada ks,¡± ujar pria itu dengan berat hati, Chloe menilik keduanya yang terlihat sangat asyik berduaan. Sepertinya Jocelyn hampir melupakan keberadaannya, ¡°Terus maksudmu kesini buat apaan?¡± ¡°Ya nyapa aja hahaha,¡± ¡°Ih apaan sih, gak js,¡± ¡°Bng aja kangen samaku, ya kan?¡± ¡°Eng-gak. Buat apa kangen sama manusia cerewet kayak lo?¡± gadis itu berdiri, mendekati pria itulu mendorongnya pergi. Awalnya lki itu menk, tapi seth sekianma, akhirnya lki itu pasrah. Namun seth itu, gadis itu kelhan, padahal ia hanya mendorong sahabat karibnya itu. Ia mengambil botol minumnya untuk mengobati kedahagaannya, ¡°Pacar mu¡±? ¡°PFFT,¡±gadis itu memuncratkan minumannya dan ia terbatuk batuk. Chloe merogoh tasnya dan memberinya tisu, ¡°Mana mungkin lki kayak dia itu pacarku, kami sahabat tau!¡± ¡°Sejak kapan?¡± ¡°Sejak kami kecil. Dulu kami tetanggaan, tapi sekarang udah enggagi semenjak-,¡± gadis itu menghentikan perkataannya ketika sekelibat ingatan masuk ke dm pikirannya, ¡°Pokoknya dia sahabat ku, tidak lebih dan kurang,¡± ¡°Apa kau menyukainya?¡± Jocelyn tertawa sampai ia memukul kecil Chloe,¡±Menyukai apaan? Kami mh saling menghina tau tidak?¡± ¡°Oh¡­¡± Chloe tidak tahu ingin berkata apa dan menurutnya juga tidak telu penting jika gadis itu benaran pacaran dengan lki itu atau tidak. ¡°Bukan urusanku,¡± ujarnya. Tidakma seth itu, Gavin menghampiri mereka dengan materi yang sudah ia catat sma mereka bertiga bersama, ¡°Bolehkah aku bergabung?¡± ¡°Tentu saja,¡± ujar Jocelyn, memberikannya ruang untuknya duduk, ¡°Kita kan sudah menyusun materi kita nih, tapi kita perlu pembagian slide presentasi ni,¡± ¡°Okay¡­ aku sih tidak mash ada dibagian mana,¡± ¡°Ku begitu kau sebagai moderatornya,¡± N?velDrama.Org holds ? this. ¡°Aku?¡± tunjuk Jocelyn pada dirinya sendiri, ¡°Ya,¡± Jocelyn mengh nafas berat,¡±Yaudah deh,¡± Jocelyn merupakan gadis yang pemalu sebenarnya jika diperhadapkan di depan banyak orang, hanya saja jika dia benar-benar menguasai materinya, keberaniannya pasti melebihingit. ¡°Jadi yang akan menjskan hanya kalian berdua?¡± Chloe menggeleng, ¡°Kau akan menjadi moderator sekalian yang memi materi. Seth kami selesai dengan presentasi kami, tentunya kau harus menutup presentasi,¡± ¡°Jangan lupa, kau harus mencatat para pertanyaan hahaha,¡± ujar Gavin kepada Jocelyn, ¡°Iya iya,¡± ¡°Presentasinya besok kan? Ih aku baru sadar loh!¡± ¡°Jadi, persiapkan dirimu,¡± ujar Chloe sambil menepuk pundaknya, ¡°Aku pasti bisa!¡± ujar Jocelyn dengan keberanian yang tinggi, Chapter 6: 05. Hang Out Chapter 6: 05. Hang Out Author¡¯s POV ¡°HAH, RASANYA LEGA SEKALI!¡± ujar Jocelyn, memegang dadanya yang seakan ingin meledak karena sangking gugupnya. Ia tidak menyangka akan banyak pertanyaan yang dilontarkan teman seksnya. Lebih epicgi saat dosen juga mempertanyakan mereka, menguji apa mereka benar- benar menguasai materi yang mereka sajikan. Beruntung, Chloe dan Gavin mkukan yang terbaik menurut wawasan mereka, dan juga Jocelyn, ia sangat gugup, tapi karena Chloe menepuk pundaknya beberapa kali, ia berusaha untuk tidak menghiraukan rasa mindernya dan ikut menjawab pertanyaan dari dosen tersebut. ¡°Rasanya seperti kita diserang,¡± ujar Jocelyn, berms-msan di meja kantin. Ia hanya memesan jus, untuk melegakan dirinya, ¡°Ini semua shku. Seandainya aja waktu itu aku dapat undian nomor 1-¡° ¡°Tidak ada yang sh disini,¡± ujar Chloe, sambil melihat Jocelyn yang masih menutup wajahnya, ¡°Benar, selepas ini kita kan bisa bebas. Setiap minggu akan ada 2 kelompok yang akan berdiri presentasi. Jadi kita udah gaada bebangi sekarang,¡±njut Gavin. ¡°Kalian, apa seth ini kalian ada ks?¡± Baik Chloe maupun Gavin menggelengkan kep mereka,¡±Tidak,¡± Jocelyn tersenyum girang,¡±Bagaimana ku kita jn-jn? Kebetn aku bawa mobil kali ini,¡± ¡°Jn-jn?¡± ¡°Iya! Daripada suntuk dirumah,¡± ¡°Oke, aku join,¡± ujar Gavin, Chloe masih diam, berpikir apa dia ikut apa tidak. Ia tidak telu menyukai tempat keramaian,¡±Memangnya mau kemana?¡± ¡°Aku kayak pengen kita ke Ocarina aja sih,¡± ¡°Hmmm... kayaknya gak pas deh. Ngapain juga ke Ocarina?¡± ¡°Ada wahananya, aku mau,¡± ngeles Jocelyn. ¡°Bagaimana ku kita nonton aja? Mumpung weekday, pasti lebih murah,¡± ¡°Boleh boleh,¡± ujar Jocelyn, sebelum dia menyadari Chloe belum bersuara hingga saat ini, ¡°Chloe, kau ikut kan?¡± Chloe menggigit bibirnya. Tidak biasanya dia berjn-jn begini bersama orang-orang,¡± ¡°Ikut dong, please¡­¡± bujuk Jocelyn, sembari memegang tangannya dengan harapan yang tinggi. Chloe mengarahkan padannya ke Gavin, namun Gavin sendiri dia mengendikkan bahunya seakan memberitahunya agar ia bisa memutuskannya sendiri, ¡°Oke,¡± ¡°YEAAYYY,¡± Chloe mengedipkan matanya sebagai bentuk kekagetannya dengan pekikan Jocelyn. ¡°Kenapa dia bisa sesenang itu?¡± pikirnya yang sama sekali tidak mengerti, ¡°Ku begitu aku bakn ajak Jeffry ya!¡± ¡°Siapa itu Jeffry?¡± tanya Gavin, ¡°Dia sahabat aku, kami biasanya bersama sih. Tapi karena kali ini kami kuliah di falkultas yang berbeda, jadinya kami jarang hang out bareng,¡± Gavin hanya mengangguk mengerti. Dm hati, ia senang juga ketika Chloe memutuskan untuk ikut bersama dengan mereka. Entah mengapa, ada suatu hal yang membuatnya tertarik dengan Chloe, wupun ia sendiri tidak mengerti bagaimana untuk menjskannya, Dengan segera, Jocelyn menghubungi Jeffry dan tidakma kemudian gadis itu menaikkan tangannya sebagai bentuk kesenangannya,¡±Jeffry bng dia ikut gais!¡± ¡°Hmmm¡­ tapi katanya kita harus menunggunya selesai ks nih,¡± ¡°Berapamagi?¡± tanya Chloe, ¡°Sekitaran 20-30 menitgi sih,¡± ¡°Lumayanma juga ya¡­¡± ¡°Iya nih, tapi kalian masih mau ikut kan? Aku traktir nih!¡± Mata gadis itu menjjahi Gavin untuk mendapatkan jawaban darinya, begitu juga iakukan untuk Chloe, ¡°Oke, jadi apa yang harus kitakukan sekarang sambil nungguin orang itu, siapa namanya tadi?¡± ¡°Jeffry, Gavin. Jeffry¡­¡± ¡°Oh okay¡­¡± Jocelyn berpikir sejenak, ¡±Bagaimana ku kita main truth or dare?¡± ¡°Bingo! Aku suka itu,¡± ¡°Bentar aku beli air dulu, biar kita bisa main¡± ¡°Oke,¡± ujar gadis itu dengan serentak, **** Chloe¡¯s POV Disinh kami berada, di kantin yang beruntungnya sedang sepi karena kami sangat ribut. Ah tidak, bukan kami, tapi mereka. Beruntung hingga saat ini botol itu belum mengarahkan kepada diriku karena sebenarnya aku tidak telu suka bermain hal seperti ini, karena aku tidak ingin membuka sisi dari diriku, terlebih mkukan sesuatu yang pasti tidak masuk akal dan tidak penting. Sekaligi, botol itu terputar dan aku mi menegang ketika botol itu pehan berhenti ke arahnya. Dan beruntungnyagi, botol itu tidak benar-benar mengarah padaku, minkan kepada Gavin. ¡°Oke Gavin, truth or dare?¡± ¡°Truth,¡± ¡°Oke, sekarang saatnya Chloe yang bertanya, ¡°Huh? Kenapa aku?¡± ¡°Karena aku sudah bertanya tadi, sekarang gantian dong, biar adil,¡± Aku menatap pria itu, menilik sambil memikirkan pertanyaan apa yang perlu dia tanyakan,¡±Apa saat ini kau sedang tertarik pada seseorang?¡± Dengan mantap, Gavin berkata,¡±Ya,¡± Aku hanya mengangguk,¡±Okay¡­njut,¡± ¡°Kau benar-benar tidak menanyakan kepadaku, siapa yang kusukai?¡± ¡°Bukankah permainannya hanya memperbolehkan satu pertanyaan saja?¡± ¡°Ah iya juga,¡± ¡°Lagip aku tidak perduli siapa yang sukai,¡± ujarku pn, ¡°Oke! Mari kita putargi,¡± Jocelyn memutargi botol tersebut dan tanpa diduga botol itu mengarah kepadaku. Aku merasa marah dan ms sekaligus, sebelum mereka bertanya, aku sudah mengatakannya lebih awal. ¡±Dare,¡± ¡°Ada sesuatu yang ingin kaukukan,¡± ujar Gavin membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah anime kepada Jocelyn. Jocelyn memblakkan matanya, sebelum dia memberikan jempol kepada Gavin. Apa yang merekakukan disana? ¡°Lakukan ini,¡± ujar Gavin menunjukkan video tersebut padaku. Aku terdiam, menatap keduanya yang sudah tersenyum usil padaku. Aku mengigit bibirku, melihat untuk mkukan gerakan ikut seperti karakter itu, ¡°Tidak perlu sampai semuanya, karena ini bahasa jepang, jadi dimaklumh,¡± ¡°Lebih baik aku tidak mkukannya,¡± ¡°Oh ayh, bersikap sportif dong,¡± tagih Jocelyn dengan berkacak pinggang. Begitu juga Gavin, pria itu mh melihatku dengan serius. AKu mengh nafas berat, mengambil ponsel tersebutlu melihat gerakan anime itu, agar bisa ia tirukan, ¡°Nic-o Nico Nic,¡± aku berusaha untuk menirunya, namun gerakan itu telu kaku karena aku itu sangat canggung berbuat hal demikian, ¡°Kurang imut,¡± ujar Gavin. Aku menutup mataku, mengh nafasnya dengan berat. Ini bukan gayaku sekali, memiliki suara yang cempreng dan mkukan sesuatu yang imut, ¡±Nic-o nico Nic!¡± paksaku dengan suaranya yang sengaja ia imutkan, ¡°Perfect,¡± ujar Gavin dan Jocelyn dengan jempol mereka yang myang di udara, ¡°Apa kalian sudahma menunggu,¡± ¡°Sangatma!¡± ¡°Oh iya Jeffry, ini Gavin, teman ksku¡± ¡°Jeffry,¡± ¡°Gavin,¡± ujar kedua lki itu berjabat tangan. Jocelyn menikmati pemandangan yang ada. sepertinya Owned by N?velDrama.Org. dia sangat senang memiliki teman yang semakin bertambah, ¡°Oke! Mari kita berangkat!¡± **** Saat ini, kami duduk itu tengah duduk di kursi B, menunggu film yang sudah kami pilih untuk kami nonton. Awalnya Jocelyn bng dia ingin film romantis, tapi ketiga dari kami memberikan sng dengan tangan kami, seakan menk mentah-mentah untuk menontonnya. Pada akhirnya, seth perdebatan dan diskusi yang panjang, kami semua memilih film horror. Ketikayar mi redup, Jocelyn menghentak kecil tubuh nya karena film yang ingin mereka putar sudah mau dimi, ¡°Jef, aku takut sumpah,¡± ¡°Tenang ada aku,¡± ujar Jeffry dengan bangga, Sementara di sisiin, aku hanya memandangyar itu dengan santai karena aku memang kebal dengan film horror karena aku tahu, semuanya hanyh film yang tidak nyata. Hanya saja, aku tidak suka dengan jumpscare. Bukan karena menyeramkan, tapi mengagetkan. Aku duduk di tertengahan Jocelyn dan Gavin. Sementara, Jeffry duduk di sampingin dari Jeffry. Ketika filmnya sudah dimi, Gavin mengajakku ngomong,¡±Kau tidak takut?¡± ¡°Tidak,¡± pungkasku, agar aku bisa focus dengan film ini. Dan sma film ini diputar, Jocelyn sudah beberapa kali berteriak dan tampaknya Jeffry menenangkannya. Sementara aku hanya terperanjat kecil ketika ada jumpscare. Entah kenapa aku suka dengan alur cerita dari film itu, hanya saja jumpscare nya menyebalkan ¡°Sebenarnya aku sudah pernah nntn film ini,¡± ujar Gavin kepadaku, ¡°Nanti-¡° Akungsung menyumpal Gavin dengan tangan kananku karena aku tidak suka spoiler. Aku bisa mendengar kekehan lki itu, dan dengan setengah kesal, aku menatapnya dengan sinis hingga membuat nya benar-benar diam rasa menyesal. Chapter 7: 06. Hang Out 2 Chapter 7: 06. Hang Out 2 Chloe¡¯s POV ¡°Aku tidak kuat,¡± keluh Jocelyn ketika kami sudah berada di tempat makan, ¡°Aku tidak bisa berhenti teriak, sampai rasanya suaraku mau habis,¡± ¡°Penakut sih,¡± ¡°Makanyain kali jangan soksok pilih horror,¡± ejek Jeffry yang membuahkan pukn kuat dari Jocelyn, ¡°Sakit tahu!¡± ¡°Bodo amat,¡± Tampaknya kekesn Jocelyn berkurang begitu ia melihatku, ada apa dengannya? ¡°Kau benar-bener tidak takut ya¡­¡± Aku hanya membs perkataannya dengan endikkan bahuku, Jocelyn melemaskan tubuhnya,¡±Jadi, hanya aku yang penakut disini?¡± ¡°Ya begith,¡± Tidakma seth itu, ponselku berdering. Aku meminta izin kepada mereka bertiga ketika aku mama memanggilku. Ah bodoh sekali kau Chloe, seharusnya tadi kau izin dulu sama mama! Aku pergi keluar restoran agar tidak menganggu pengunjunginnya, ¡°Halo ma,¡± ¡°Chloe, kamu dimana?¡± Tubuhku menegang ketika mendengarnya. Aku menggigit bibirku, mengatasi diriku jika mama akan memarahiku. Kepku sudah menjjahi seluruh bumi untuk mencari san yang logis dan bisa di terima. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 mm, dan biasanya aku png jam 7 mm, tidak heran mama mencariku sekarang, ¡°Umm¡­gi makan bareng teman-teman,¡± ¡°Oh begitu ya? Yaudah nanti kabari mama ya ku sudah selesai,¡± ¡°I-iya ma,¡± Aku tertegun, Segampang itu?! Aku sudah membayangkan bagaimana mungkin mama akan memarahiku dan memaksaku untuk png. Bahkan aku sudah memikirkan bagaimana aku bisa masuk kerumah dengan aman. Wah, ini benar-benar diluar dugaanku! Aku menatap mereka dari yang sedang senda gurau tanpaku di atas sana. Aku tidak menyangka, pehan mi pehan aku mi berbaur kepada mereka. Aku juga baru menyadari kata ¡®teman¡¯ yang baru saja aku berikan untuk mereka mereka. Hal itu membuatku tidak mempercayainya. Tenanh Chloe, ini masih perman. Tidak ada hal yang bisa bertahan secara abadi. Tidak ada. Saat ini aku hanya menunggu waktu untuk mereka pergi dari hidupku. Sma hidupku dan apa yang kulihat, seakan tidak ada yang bisa menerimaku dengan kekuranganku seperti ini. Aku terdiam ketika hati kecilku berbicara bagaimana takutnya diriku jika mereka meninggalkanku. Yang benar saja? Ah, aku bingung dengan diriku sendiri. Aku tidak mengerti, sebenarnya apa yang kuinginkan? Apa aku benar-benar menginginkan pertemanan ini atau tidak. Aku tidak bisa mengerti diriku. Tapi¡­ jika aku memang tidak menikmati pertemanan yang baru dimi ini, bukankah seharusnya aku This belongs to N?velDrama.Org - ?. sudah pergi, bukan? Karena pada awalnya keberadaan kami dimi dari sebuah tugas diperkuliahan. Aku mengh nafas kecil, Aku belum bisa melihat apapun dari pertemanan ini di waktu yang mendatang. Begitu juga dengan logikaku yang mengatakan jika pertemanan ini mungkin akan menyakitiku dimasa depan. Sejak awal, aku memang sudah aku berpikir untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi dan lulus dengan cuude. Membangun pertemanan seperti ini tidak pernah ada di daftar kehidupan perkuliahanku. Ini konyol, hati kecilku terus berbicara jika aku menginginkan mereka. Semua ini karena keberadaan mereka membuatku mkukan apa yang tidak pernah kkukan sebelumnya saat aku sendirian. Seperti tadi, aku menikmati momen dimana Jocelyn terus menerus memekik karena telu takut dengan hantunya. Inh pergumnku yang membuatku hampir g, pertengkaran antara logika dan perasaan yang sangat susah untuk dimengerti. Saat aku bergumul dengan pikiranku, tiba-tiba muncul dua orang pria yang penampnnya cukup mengerikan untuk gadis sepertiku. Keduanya mendekatiku dan menyudutkanku, aku berusaha untuk bersikap tenang ketika mereka menyudutkanku sepertiku, ¡°Minggir,¡± ujarku yang tidak menghiraukanku. ¡°Jangan gk-gk dong nanti gak asyikgi,¡± Sh satu dari mereka merangkulku dan akungsung melepaskan diriku dengan paksa darinya. Bukannya nyadar, tapi pria itu mh semakin tersenyum padaku, ¡°Ini nih, aku suka yang sok jual mahal begini,¡± ujarnya sebelum mimic mukanya berubah dan tangannya myang di udara, Aku menahan tangannya yang sedang mengudara, sementara temannya yangin juga ingin beraksi, tapi aku menendang perutnya hingga ia terjatuh. Karena fokusku saat itu adh pria yang terjungkal itu, aku tidak sadar ketika pria itu ternyata mempersiapkan pisau ditangan kirinya. Ia mengiris tanganku yang menahannya,lu menendangku juga hingga aku terjatuh. Dia memamerkan pisau kecilnya kepadaku, sementara aku merintih kesakitan karena kaki sin itu. Pria yang satunya berdiri, mendatangikulu menarikku dengan paksa. Aku menahan diriku, mengambil sebuah potlu menghajar kep pria itu dengan pot itu hingga ia pingsan. Sementara pria satunyagi kembali menunjangku hingga aku harus terjungkalgi. Dia menginjak perutku dengan sepatu busuknya, menikmati aku yang sedang merintih. Hah¡­ aku rasa ini terakhir kalinya aku hidup. Aku bahkan menutup mataku, seakan mempasrahkan hidupku, Namun, tidakma seth itu aku mendengar suarain yang membuat perut ku terasa ringan karena kaki pria itu sudah terangkat. Aku membuka mataku, berusaha untuk bangkit dan perutku semakin sakit ketika aku mencoba untuk berdiri. Aku melihat Jocelyn yangngsung membantuku untuk berdiri. Dia menangis melihat keadaanku. Dia membawaku ke tempat yang agak jauh, Aku melihat Gavin yang tengah bertarung dengan pria itu. Aku ingin beranjak, tapi Jocelyn menahanku. Dia menggeleng dengan air matanya yang semakin berserakkan, ¡°A-aku ha-rus bantu dia,¡± ¡°Tidak Chloe, kau harus stay disini,¡± Aku menggeleng,¡±P-ria it-u mem-egang pi-sau,¡± ujarku. Jocelynngsung berteriak, ¡°Gavin! Pria itu membawa pisau,¡± ¡°Gavin! Awas dibkangmu!¡± Pria itu berusaha untuk menikam Gavin dari bkang, namun untungnya Gavin bisa mengk dan menahan tangannya yang memegang pisau tersebut hingga pisau itu terlempar dari tangannya, Lutut Gavin menendang pria itu hingga ia kesakitan, dan tidakma seth itu, akhirnya pria itu mrikan diri. Melihat pria itu sudahri lumayan jauh, Gavin mendatangiku, ia memegangku dengan sangat khawatir. Ia mengumpat, rahangnya mengeras melihatku yang tidak berhenti mengerang. ¡°Seharusnya aku mengejarnya sampai dia menemui ajalnya!¡± ungkapnya dengan emosi, bahkan terlihat ia ingin menyusul pria itu. Aku menahan tangannya dan menggelengkan kepku. Aku berusaha untuk duduk sembari memegang perutku yang sangat sakit, ¡°Sebaiknya kita png saja,¡± ujar Jocelyn yang di iyakan oleh aku dan Gavin. Baru saja kami beranjak, Jeffry mendatangi kami dengan keheranan, ¡°Ada apa dengan kalian?¡± tanyanya seth ia melihat keadaan Gavin yang sudah berantakan, ¡°Ch-chloe, ada apa denganmu?¡± tanyanyagi ketika ia melihat Jocelyn membawa gadis itu yang sedang merintih. Jocelyn menggigit bibirnya dengan cebikan kesal, ¡°Kau itu! Darimana aja sih!¡±ujar Jocelyn, sambil memukul-mukul Jeffry, ¡°Jo, jo! Sakit woi!¡± ¡°Kau ini!¡± ujar gadis itu, yang masih memukuli Jeffry dengan air mata yang masih mengalir. Aku memegang tangan Jocelyn, menatapnya dan menggelengkan kepku, agar dia berhenti memukuli lki itu. ¡°Seandainya kau tidak boker di toilet, pasti Gavin gak akan terluka begitu!¡± ujar gadis itu dengan isak tangisnya, ¡°Ya maaf Jo, itu kan panggn m, jadi aku tidak bisa menk,¡± ¡°Sudah sudah, sekarang kita pul-¡° ¡°Aku tidak mau png,¡± pungkasku yang membuat orangin terdiam, termasuk Jeffry wupun isi kepnya masih mencerna apa yang terjadi, ¡°Aku tidak ingin mamaku melihat keadaanku begini,¡± Gavin mengangguk,¡±Aku mengerti, Jocelyn, apa dia bisa nginap dirumahmu?¡± Jocelyn mengangguk,¡±Ya,gip orang tuaku sedang diluar kota,¡± ¡°Lalu bagaimana dengan mobilnya Chloe?¡± ¡°Aku yang membawanya,¡± ¡°Chloe¡­¡± tegur Gavin yang seakan tidak senang, ¡°Kita semua punya kendaraan masing-masing. Lagip kakiku tidak terluka,¡± Membutuhkan waktu yangma untuk Gavin mengangguk. Ah, aku baru ingat, aku harus mengabari mamaku, ¡°Ma¡­ hari ini Chloe nginap di rumah teman ya ma¡­¡± ¡°Loh, ada apa? Kok tiba-tiba? Mama telpon kamu ya,¡± Dan tidakma kemudian, mama video call. Sebelum aku mengangkat video call itu, aku sudah meminta temanku untuk menganggap tidak ada yang terjadi hari ini, dan bersikap normal seakan tidak ada yang terjadi hari ini. ¡°Chloe?¡± ¡°Iya ma, ini teman-teman aku,¡± ujar gadis itu sembari memperlihatkan tampang mereka diyar ponsel pintarnya, ¡°Halo tante, saya Gavin,¡± ¡°Hai tante, saja Jeffry,¡± ¡°Tante! Halo tante! Saya Jocelyn! Hari ini Jocelyn nginap dirumah saya tante!¡± ujar gadis itu dengan antusias. ¡°Lalu bagaimana dengan kedua pria tampan itu? Mereka ikut menginap tidak?¡± ¡°Enggak ma, aku nginap sama Jocelyn saja,¡± ¡°Hmm¡­ okay. Nanti saat sampai dirumah Jocelyn, kabari mama ya¡­¡± ¡°Iya ma, sudah dulu ya¡­ kami mau cabut,¡± ¡°Oke, hati-hati ya¡­¡± ¡°Iya ma,¡± ujarku, menunggu ibunya untuk mematikan video callnya. ¡°Mama kamu nampaknya baik banget ya¡­¡± celetuk Jeffry yang tanpa ia sadari, Jocelyn menoleh, menatap pria itu dengan sinis,¡±Gak usah macem-macem,¡± Aku terkekeh kecil. Sepertinya Jocelyn masih kesal dengan Jeffry karena tt datang ketika semuanya berakhir. Lalu, tidak membutuhkan waktu yangma, Gavinngsung mengusulkan untuk dirinya dan Jeffry untuk isthnya mengawal mobil Jocelyn dan mobilku hingga sampai dirumah Jocelyn dengan smat. The Novel will be updated first on this website. Come back and continue reading tomorrow, everyone!