17kNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
17kNovel > Menantu Pahlawan Negara > Bab 626

Bab 626

    Bab 626 Citra Diri Harus Dijaga


    Ketiga preman itu memang datang mencari Luna, tetapi Luna mh baik–baik saja.


    Dia curiga ketiga preman itu tiba–tiba muncul di kamarnya ada hubungannya dengan Ardika.


    “Tentu saja aku tahu, semm kamarmu sangat heboh,” kata Ardika sambil tertawa.


    Luna sangat kebingungan, dia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Ardika.


    Semm dia tertidur dengan sangat lp, dia sama sekali tidak tahu apa–apa.


    “Ternyata memang benar kamu berh! Dasar pria bajingan! Kamu sudah menckaiku separah ini!


    Aku akan membunuhmu!”


    Sambil berteriak histeris, Wn menerjang ke arah Ardika.


    Ardika segera menghindar sambil memeluk Luna. Kemudian, dia terkekeh dan berkata, “Eh, jangan


    menuduh orang baik sembarangan. Kejadian semm nggak hanya aku seorang yang tahu, semua


    orang di V Bistani sudah mengetahuinya.”


    Wn membuka matanya dengan lebar.


    Saat ini, dia baru menyadari bahwa para petinggi perusahaan yang belulang menatapnya dengan


    sorot mata yang aneh.


    “Wn, bisakah kamu sedikit bermoral dan mempertimbangkan orangin? Semm, suara–suara di


    kamarmu telu keras, sampai–sampai aku nggak bisa tidur.


    “Ya, benar. Kamu boleh saja bersenang–senang sesuka hatimu, tapi jangan membuat polusi suara.


    Dengan lingkaran hitam di bawah mata mereka seperti mata panda, beberapa orang menyampaikan


    keluhan mereka.


    Wn benar–benar ingin hng ditn bumi.


    Hal ini akan menjadi bahan tertawaan yang mengikutinya seumur hidup!


    “Hahaha! Wn, kamu sudah dengar sendiri, ‘kan? Sekarang Keluarga Basagita sudah menduduki


    posisi puncak, memimpin Kota Banyuli.”


    “Sebagai Nona Keluarga Basagita, seharusnya kamu menjaga citra dirimu dengan baik.


    Seth melontarkan kata–kata sindiran itu, Ardika pergi dengan merangkul Luna.


    Ini yang dinamakan dengan senjata makan tuan!


    Dengan tatapan kosong, Wn mngkahkan kakinya ke depan. Kebetn, dia berpapasan dengan


    Wiliam.


    “Wn, sepertinya Tuan Muda Rocky sangat menyukaimu, ya? Suara–suara semm cukup besar.”


    “Smat, ya! Kamu akan menjadi istri dari Tuan Muda Keluarga Mahasura ibu kota provinsi!”


    Js–js saat ini Wn tidak ingin mendengar orangin membahas tentang hal itu, tetapi Wiliam


    mh mengucapkannya dengan santai.


    Ucapan Wiliam bagaikan pisau yang menyayat–nyayat hati Wn. Impiannya untuk menikah dengan


    Rocky sudah hancur berkeping–keping!


    “k!”


    Wn myangkan sebuah tamparan ke wajah Wiliam dengan mengerahkan seluruh


    tenaganya.


    Kuku–kukunya yang panjang menggores wajah pria itu, sampai–sampai ada dua bekas luka cakaran di


    wajah pria itu.


    “Wn, kenapa kamu memukulku?! Apa kamu sudah g?!”


    Wiliam menutupi wajahnya, ekspresinya tampak terkejut sekaligus marah.


    Wn menatapnya dengan tatapan tajam seh–h ingin mhapnya hidup–hidup,lu berkata,


    “Wiliam! Dasar bajingan! Sebenarnya kamu ada memberi instruksi kepada tiga preman itu dengan baik


    atau nggak?! Seharusnya mereka pergi mencari Luna, bukan mencariku!”


    “Apa?!”


    Wiliam sangat terkejut.


    Saat ini, dia baru menyadari penampn Wn yang “berantakan“.


    Dm sekejap, diangsung mengerti apa yang th terjadi.


    “Saat Luna dan Ardika makan di restoran kemarin, aku sudah memberi tahu mereka


    yang mana Laina, nggak mungkin mereka bisa sh!”


    Wim juga kebingungan.


    Kenapa bisa ada kejadian tidak terduga seperti ini.


    “Coba lihat rekaman video kamera pemantauan! Aku ingin lihat dengan js bagaimana mereka bisa


    memasuki kamarku!”


    Dengan ekspresi masam, Wn mengikuti Wiliam ke ruang kamera pemantauan.


    Sesaat kemudian, kebenaran pun terungkap.


    Pada mm hari, Ardika membawa tiga preman itu dengan satu tangan,lu melemparkan mereka ke


    dm kamar Wn.


    “G, g, g! Kekuatannya besar sekali! Oh ya, bagaimana dia bisa masuk ke kamarmu?!”


    Wiliam merasa Ardika sangat misterius.


    “Aku nggak peduli bagaimana dia bisa masuk ke kamarku! Dasar idiot itu! Aku akan membs


    dendam padanya! Aku akan melumpuhkannya!”


    Saking kesalnya, Wn sudah hampir g.


    Dia sama sekali tidak bisa menunggu lebihmagi! Dia ingin membs dendam kepada Ardika


    sekarang juga!


    Takma kemudian, sebuah ide pun tebersit dm benaknya.


    Di ruang makan.


    Ardika dan Luna sedang sarapan.


    “Ardika, apa yang terjadi pada Wn semm?” tanya Luna dengan penasaran.


    “Oh, semm dia bersenang–senang dengan pria di kamarnya. Suara–suara dari kamarnya cukup


    keras. Apgi, nggak ada kedap suara. Saking bisingnya, tamu–tamu yang menginap di kamar–kamar


    sekitar kamarnya terganggu dan nggak bisa tidur,” kata Ardika seth menggigit rotinya.


    Dia tidak memberi tahu Luna rencana licik Wn.


    N?vel(D)ra/ma.Org exclusive ? material.


    Rencana itu benar–benar sangat keji. Apgi, Luna adh adik sepupu Wn! Bisa- bisanya Wn


    mengincar Luna!


    Ekspresi Luna tampak aneh, wajahnya bahkan memerah. “Ardika, untung saja


    semm kamu memintaku untuk tidur saja. Ku nggak, ku sampai kita ku sampai seperti itu,


    aku benar–benar malu setengah mati!”


    Mendengar ucapan Luna, Ardika benar–benar tidak bisa berkata–kata.


    Dia merasa terkadang Luna sangat polos.


    —-


    Aduh,


    Bagaimana mungkin keributan sebesar itu dkukan oleh pasangan yang mkukan hubungan intim


    dengan normal?


    Tepat pada saat ini, tiba–tiba beberapa petugas keamanan berjn mengelilingi Ardika dan Luna satu


    putaran dengan ekspresi dingin.


    Mereka menatap Ardika dan Luna dengan tajam.


    Luna mengerutkan keningnya dan berkata, “Ada urusan apa?”


    Wiliam berjn menghampiri mereka dan berkata dengan dingin, “Ardika, semm seorang tamu


    kehngan barangnya di kamar! Kami punya bukti yang menunjukkan kamu yang mencuri barang


    tersebut!” 2
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
The Wrong Woman The Day I Kissed An Older Man Meet My Brothers Even After Death A Ruthless Proposition Wired (Buchanan-Renard #13)