Bab 500 Membeli Sebuah Jam Tangan
This content ? 2024 N?velDrama.Org.
Ku dibandingkan saat meninggalkan v mereka tampak tidak bersemangat dan menundukkani
kep mereka, saat anggota Keluarga Basagita kembaligi, mereka tampak arogan dan memelototi
Ardika sambil tertawa dingin.
Namun, berbeda dari yang mereka bayangkan, mereka sama sekali tidak melihat tanda–tanda
kepanikan dari diri Ardika.
“Oh? Memangnya kenapa ku Draco pergi ke Gedung Glori?” tanya Ardika dengan ekspresi tenang.
“Ardika, di saat seperti ini, kamu masih nggak berani mengakui apa yang th kamukukan?!”
Wn mendongak dan berkata, “Kulihat kamu hanya meminjam kekuatan Komandan saja. Kamu pasti
membual dengan mengatakan Komandan adh tetanggamu. Karena ith, Grup Lautan Berlian baru
menyetujui permintaanmu.”
“Ku bukan karena kebetn hari ini Komandan Draco berada di sana, mungkin saja kamu sudah
didesak untuk bunuh diri oleh mereka!”
Sekelompok anggota Keluarga Basagita kembali menunjukkan sikap arogan mereka.
Bahkan, Tuan Besar Basagita juga berkata dengan gigi terkatup. “Kamu benar–benar merupakan
seorang pecundang! Sin menipu, kamu sama sekali nggak punya kemampuan apa pun!”
Dia mengingat sebelumnya dia berlutut di hadapan Bromo dan yanginnya sambil menampar dirinya
sendiri saking ketakutannya,lu melihat Bromo dan yanginnya berlutut di hadapan Ardika.
Tuan Besar Basagita yang merasa malu setengah mati benar–benar berharap idiot di hadapannya ini
mati secepatnya!
“Luna, sebaiknya kamu segera bercerai dengan pecundang ini! Terlepas dari apakah kamu bercerai
atau nggak, aku nggak akan mengakui pecundang ini sebagai suamimu!”
Seth melontarkan kata–kata itu dengan tajam, Tuan Besar Basagitangsung berbalik dan pergi.
“Dasar pecundang! Kenapa kamu nggak mati saja?!”
“Cepat bercerah! Jangan membuat Keluarga Basagita malu karena kamu!”
Orang–oranginnya juga melontarkan kata–kata ejekan dan sindiran kepada Ardika sebelum pergi.
Mereka memang sengaja kembali untuk mempermalukan Ardika, seh–h merasa hanya dengan
cara seperti ini, mereka baru bisa merasakan sedikit pencapaian.
“Kalian makan mi saja, ya. Aku nggak selera makan.”
Tiba–tiba, Desi meletakkan gs airnya,lu naik kentai atas tanpa menoleh ke bkang.
Ucapan Tuan Besar Basagita dan yanginnya memberi pukn yang sangat besar baginya.
V Cakraw yang tadinya dipenuhi dengan suara canda dan tawa menjadi hening kembali.
Luna menghibur Ardika, “Ardika, kamu nggak perlu memedulikan omongan mereka. Terlepas dari
kamu membual atau nggak, paling nggak mash keluarga kita sudah terselesaikan.
Ardika memang ingin memberi sedikit penjsan kepada Luna.
Adapun mengenai anggota Keluarga Basagita, dia merasa sangat ms untuk memberi mereka
penjsan.
Namun, seth mendengar ucapan Luna, dia tertawa dan berkata, “Sayang, aku akan mendengar
ucapanmu.”
Akhirnya, mash Grup Lautan Berlian terselesaikan juga.
Mm harinya, Tina secara khusus mengunjungi V Cakraw dengan membawa hadiah–hadiah
dm bungkusan kecil dan bungkusan besar.
Dia secara khusus datang untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.
“Paman, Bibi, Bibi Amanda, aku benar–benar minta maaf atas kejadian di Hotel Puritama hari itu. Saat
itu, aku sudah mengganggu acara kumpul keluarga kalian.”
Tina mengeluarkan hadiah yang dipilihnya secara khusus,lu membagikannya kepada Jacky, Desi
dan Amanda.
“Tina, semuanya sudah belu, nggak perlu diungkitgi.”
Desi sudah menganggap Tina seperti
ragu.
Putrinya sendiri. Diangsung menerima hadiah dari Tina tanpa
Akhirnya, ses senyum tipis tersungging di wajahnya yang tampak muram,sepanjang sore.
Tina juga membagikan hadiah kepada Handoko, Futari dan Hariyo. Kemudian, dia baru menyodorkan
sebuah jam tangan mekanik kepada Ardika.
“Ini untukku?”
Ekspresi sedikit tidak percaya tampak js di wajah Ardika.
‘Eh? Apa matahari sudah terbit dari barat? Kenapa wanita ini memberiku hadiah?!”
Tina mengerutkan keningnya.
Awalnya dia memang ingin menyampaikan permintaan maaf kepada Ardika.
Bagaimanapun juga, kali ini dia sudah memfitnah Ardika dm kasus Alden.
Tidak hanya itu, Ardika juga yang tidak memperingatkan Alden mengenai kondisi kesehatannya.
Seth mendengar peringatan dari Ardika, Alden baru mi waspada, mengundang Dokter Genius
Vrenzent untuk memeriksa kondisi kesehatannya dan berhasil menymatkan nyawanya sendiri.
Boleh dibng, Ardika yang th menymatkan nyawa Alden.
Namun, saat melihat Ardika, secara naluriah dia merasa tidak suka pada pria itu.
Karena ith, dia memasang ekspresi muram seperti biasa dan berkata dengan nada seh sedang
mengajari Ardika, “Sebuah jam tangan yang bagus bisa menunjukkan harga diri seorang pria. Lihah
kamu ini, sebuah jam tangan pun kamu nggak punya dan nggak pernah memperhatikan
penampnmu.”
“Jam tangan ini untukmu. Saat bersama Luna, pakah! Jangan membuatnya malu!”