Bab 353 Mengh
“Sudah Filbert, ayo kita makan saja, ceritakan tentang Pak Raka padaku.”
Tina hanya kesal melihat Ardika dan ingin menyindir pria itu beberapa patah kata, dia tidak benar–
benar ingin Ardika dipecat.
Mendengar Filbert membahas tentang memecat Ardika, dia segera meny pria itu,lu berbalik dan
berjn
menuju ruang pribadi.
“Namamu Ardika, ‘kan? Aku sudah ingatl Nanti aku baru memberimu pjaran!”
Seth melontarkan kata–kata ancaman Itu sambil menunjuk Ardika, Filbert segera menyusul Tina.
Ardika mnjutkan makannya dengan tenang, dia sama sekali tidak peduli dengan tokoh tidak penting
seperti
Filbert.
Selesai makan, dia tidak bemama di perusahaangi dan segera png ke rumah.
“Taksi!”
Ardika berhenti di pinggir jn untuk memberhentikan taksi.
Tepat pada saat ini, seorang wanita yang mengenakan pakaian formal berjn keluar dengan tergesa–
gesa dari gedung perusahaan. Sambil memegang ponselnya, dia melihat ke kanan dan ke kiri dengan
cemas.
Melihat sebuah taksi yang mju ke arahnya, mata Airinngsung bersinar.
Namun, melihat taksi itu berhenti di hadapan Ardika, dia hanya bisa menghentikanngkah kakinya
dengan kecewa.
“Apa kamu ada urusan mendesak? Ku begitu, kamu naik taksi ini saja.”
Tepat pada saat ini, terdengar suara lembut seseorang.
Begitu Airin mendongak, orang yang berbicara padanya tidakin adh Ardika.
Dia berjn ke arah taksi dengan tergesa–gesa. “Aku benar–benar minta maaf, tapi ibuku sedang
sakit. Aku harus segera mengantarnya ke rumah sakit. Apa kamu juga karyawan Grup Bintang Darma?
Terima kasih
banyak. Namaku Airin Sutoro.”
“Hmm, cepat naik ke dm taksi, ibumu lebih penting.”
Ardika tersenyum,lu membantu wanita itu membukakan pintu taksi.
Seth mengucapkan terima kasih beberapa kaligi, Airin baru masuk ke dm taksi.
Dia baru mendapati dirinya lupa menanyakan nama pria yang baik itu seth taksi mju pergi.
Namun, dm lubuk hatinya, dia menaruh kesan baik pada pria itu.
Ardika memanggil taksiin untuk png ke rumah.
Di sisiin, Tina tidak berhasil memperoleh informasi yang berarti dari Filbert.
Filbert sendiri juga belum pernah bertemu dan tidak mengenal Raka adh orang seperti apa, tentu
saja dia tidak bisa menceritakan apa pun.
‘Dasar sin! Buang–buang waktuku saja!‘ Tina berinisiatif membayar tagihan makan,lu berbalik
dan pergi. Menyadari ekspresi tidak senang Tina sebelum pergi, Filbert merasa sangat kecewa.
Dia ingin menjt Tina untuk memperkokoh posisinya di Grup Bintang Darma.
Karena kali ini gagal, dia harus memikirkan caraingi.
Dm sekejap, dia mengingat Ardika yang baru saja dia temui di kantin tadi.
“Kebetn aku juga nggak suka lihat bocah itu. Ku begitu, aku akan memberinya pjaran,
sekalian menyenangkan hati Tina!”
Seth ide jahat itu tebersit dm benaknya, Filbertngsung pergi menemui Ruis Jekonia, manajer
departemen keamanan.
“Pak Ruis, tolong bantu aku cari seseorang mlui rekaman video kamera pengawasan, bantu aku
cari tahu dia berasal dari departemen apa dan menduduki posisi apa.”
Dua tahun yanglu, Ruis adh manajer departemen keamanan Grup Bintang Darma. Seth Grup
Bintang Darma dinyatakan bangkrut, dia tetap bekerja dengan Grup Kejora. Dia tidak pernah
mengganti pekerjaan.
Dia tidak menduduki jabatan penting di perusahaan. Jadi, begitu Filbert mengajukan permintaan, dia
langsung menyetujuinya.
Takma kemudian, Filbert menemukan Ardika di rekaman video kamera pengawasan.
Seth mkukan tangkapanyar dan memperoleh foto Ardika, dia pergi ke departemen personalia,
meminta seseorang untuk membantunya menyelidiki Ardika.
“Aku sudah mkukan pemeriksaan secara menyeluruh, tapi nggak menemukan orang ini. Orang ini
bahkan sama sekali nggak mmar kerja di perusahaan kita.“
Cindi Kosiga, wakil kep departemen personalia juga baru saja direkrut kembali oleh Grup Bintang
Darma. Sore ini, dia sudah mi sibuk membantu Elsy mkukan proses perekrutan karyawan.
Filbert mendengus dengan kesal dan berkata, “Aneh sekali. Apa mungkin bocah bernama Ardika itu
menyelundup masuk ke perusahaan untuk makan dan minum gratis? Ku benar seperti itu, aku akan
lapor polisi,lu meminta kennku di kantor polisi untuk memberi pjaran padanya ….”
“Tunggu, Filbert, baru saja kamu bng apa nama orang ini?!”
Tiba–tiba, Cindi meny ucapan Filbert dan menatap pria itu dengan lekat.
Belongs ? to N?velDrama.Org.
Filbert terkejut bukan main. “Ardika. Memangnya ada apa?”
Cindi berkata dengan suara rendah, “Ku aku nggak sh ingat, dua tahun yanglu, sahabat yang
sering dibahas oleh Delvin bernama Ardika. Delvin pernah mengatakan Ardika adh penymat
hidupnya. Ku
bisa menemukan Ardika, dia nggak hanya akan menjadikan Ardika sebagai wakil direktur, dia juga
akan menyerahkan sebagian besar kekuasaan atas perusahaan kepada Ardika ….”
Kebencian tampak js di sorot mata wanita itu!