17kNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
17kNovel > Menantu Pahlawan Negara > Bab 212

Bab 212

    Bab 212 Kamu Pikir Kamu pa


    Para pmar kerja yang hendak berjn keluar menghentikanngkah mereka dengan ragu,lu berbalik menghadap Luna.


    “Oh, dia adh Luna. Sebelumnya dia dituduh oleh temannya, tapi pada akhirnya dia terbukti nggak bersh.”Còntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org


    “Aku dengar bank-bank besar memutuskan pinjaman dengan Grup Agung Makmur untuk membs dendam padanya. Saat itu, js-js Grup Agung Makmur sudah di ambang kehancuran, tapi dia masih bisa menymatkan Grup Agung Makmur. Kemampuan Luna dmn mengel perusahaan nggak perlu diragukangi. Mari kita dengar apa yang akan dia bicarakan terlebih dahulu.”


    Karena reputasi baik Luna, wupun amarah para pmar kerja itu belum reda, tetapi mereka tidak terburu-buru untuk pergigi.


    “Terima kasih, semuanya. Aku akan memberi kalian sebuah penjsan yang memuaskan.”


    Melihat situasi sudah di dm kendalinya, Luna baru mengalihkan pandangannya ke arah Karlos dan yanginnya.


    Dia bertanya dengan dingin, “Karlos, kalian memilih untuk mencampakkan Grup Agung Makmur saat perusahaan berada di ambang kehancuran. Aku nggak berutang gaji dan bonus kalian. Aku juga nggak mkukan keshan pada kalian. Kenapa sekarang kalian datang mengacaukan proses perekrutan karyawan baru Grup Agung Makmur? Apa maksud kalian?!”


    Seth mendengar ucapan Luna, para pmar kerja yang tadinya hendak pergi sudah memahami situasi saat ini.


    Ternyata Karlos dan orang-orang ini sudah bukan bagian dari Grup Agung Makmur, mereka sengaja datang membuat keributan.


    Benar-benar keji dan tidak tahu malu!


    Ekspresi Karlos dan yanginnya juga berubah drastis.


    Awalnya mereka mengira Luna mudah ditindas, siapa sangka wanita itungsung menjatuhkan mereka hanya dengan beberapa patah


    kata.


    Hanya beberapa patah kata yang keluar dari mulut Luna, membuatnya berdiri di posisi yang menguntungkan.


    Karlosngsung berpura-pura menunjukkan ekspresi menyedihkan dan berkata, “Bu Luna, maaf kami, seharusnya kami nggak mengundurkan diri dari Grup Agung Makmur. Tapi, saat itu semua orang beranggapan Grup Agung Makmur sudah pasti akan hancur. Kami masih harus menghidupi keluarga kami, jadi kami penghasn kami nggak boleh terputus. Kami benar-benar nggak punya pilihan


    “Ya, Bu Luna!”


    Beberapa petinggi perusahaaninnya dan semua karyawanma perusahaan yang sudah mengundurkan diri meniru Karlos, mereka semua menunjukkan ekspresi menyedihkan.


    Intinya, mereka mengundurkan diri karena terpaksa.


    Dengan begitu, Luna pasti bisa memahami posisi sulit mereka k itu dan membiarkan mereka untuk kembali bekerja di Grup Agung


    Makmur.


    <ul>


    <li></li>


    </ul>


    Namun, berbeda dengan yang mereka bayangkan, Luna mh mencibir dan berkata, “Benarkah? Tapi, saat kalian mengundurkan diri, bukan kata-kata seperti ini yang keluar dari mulut kalian. Kalian nggak hanya mencampakkan perusahaan, kalian juga mengancam akan


    menuntutku.”


    Luna sudah mkukan persiapan. Diangsung meminta Vania untuk memutar video rekaman pengunduran diri Karlos dan yanginnya


    diyar besar.


    Kekejian orang-orang iningsung terekspos.


    Wajah Karlos tampak berkedut.


    Mereka benar-benar tidak menyangka Luna bisa memikirkan cara seperti ini. Dulu, mereka sama sekali tidak menyadari ternyata wanita itu


    sehebat ini.


    Dm lubuk hati mereka, Luna adh satu-satunya orang yang slu ditindas oleh Keluarga Basagita, bahkan mereka menganggap wanita itu bukan apa-apa.


    Karlos tidak bisa berpura-puragi, diangsung berkata, “Bu Luna, intinya kami mau kembali bekerja di Grup Agung Makmur dan


    menempati posisi kami sebelumnya. Kami semua adh karyawanma Grup Agung Makmur. Tanpa kami, proyek Grup Agung Makmur nggak akan bisa berjn dengan baik!”


    Orang-oranginnya juga ikut menimpali.


    Luna mencibir dan berkata, “Nggak bisa, aku nggak setuju kalian kembali bekerja di Grup Agung Makmur!”


    Tidak peduli apa pun yang dikatakan oleh orang-orang ini, dia tidak akan membiarkan mereka kembali bekerja di Grup Agung Makmur.


    “Kamu nggak setuju? Kamu pikir kamu siapa?!”


    Tepat pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara dingin seorang pria tua.


    Tuan Besar Basagita memimpin anggota Keluarga Basagita melenggang masuk ke dm gedung.


    “Pak Presdir!”


    Begitu melihat kedatangan Tuan Besar Basagita, ekspresi gembira terpampang js di wajah Karlos dan yanginnya.


    Luna mengerutkan keningnya dan berkata, “Kakek, orang-orang ini sudah mencampakkan Grup Agung Makmur pada saat krisis, bahkan memperburuk situasi. Aku nggak tenang membiarkan orang-orang seperti ini untuk tetap bekerja di perusahaan. Lagi p, sekarang ada begitu banyak pmar kerja. Kita bisa merekrut karyawan baru dan mengembangkan Grup Agung Makmur pehanhan. Merekrut karyawan baru lebih baik dibandingkan mempekerjakan pengkhianat-pengkhianat ini!”


    Karlos segera bereaksi. Dia buru-buru menghampiri Tuan Besar Basagita dan berkata, “Pak Presdir, jangan dengar ucapan Luna. Sebelum Pak Presdir datang, dia buru-buru menaikkan gaji para karyawan dan menunjuk kep departemen baru untuk masing-masing departemen. Luna js-js berniat untuk menaikkan posisinya di dm perusahaan, agar Grup Agung Makmur di bawah kendalinya seorang. Jadi, tentu saja dia tidak akan membiarkan kami yang setia pada Pak Presdir kembali bekerja di perusahaan!”


    <script>


    load_facebook = false;


    window.onscroll = function() {


    if (load_facebook == false) {


    load_facebook = true;


    var s = document.createElement("script");


    s.type = "text/javascript";


    s.src = "https://connect.facebook/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v14.0&appId=3339256753013270&autoLogAppEvents=1";


    $("body").append(s);


    }


    };
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
The Wrong Woman The Day I Kissed An Older Man Meet My Brothers Even After Death A Ruthless Proposition Wired (Buchanan-Renard #13)