17kNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
17kNovel > Menantu Pahlawan Negara > Bab 196

Bab 196

    Bab 196 udia Ingin Menjadi Selebriti Inte


    Suara Ardika terdengar sedingin bh pisau.


    Kali ini, dia benar-benar sudah marah besar!


    Saking menakutkannya, tubuh Jesika sampai sedikit bergetar. Dia segera menelepon Sigit dan yanginnya.


    Dm sekejap, foto udia sudah tersebar luas baik di dunia pemerintahan maupun di dunia preman Kota Banyuli.


    Kini, tugas semua orang adh untuk menemukan wanita ini!


    Di area kota tua.


    udia dan Ivan, suaminya mengenakan masker dan kacamata hitam berjn menuju ke sebuah klinik kecil di pinggir jn.


    *Sayang, aku sudah pemah melihat foto wanita itu. Dia memang sangat cantik. Anak kita kk pasti nggak akan jelek.”


    *Tapi, biayanya telu mahal. Begitu mengeluarkan uang, kita harus mengeluarkan uang sebesar 10 miliar. Hanya dm sekejap mata saja, uang sebesar 20 miliar yang Pak Diego berikan pada kita hanya tersisa 10 miliar. Kita masih harus membeli rumah dan mobil, kita harus mempertimbangkan dengan baik sebelum mengeluarkan uang 20 miliar itu.”


    Di depan pintu klinik, Ivan menarik lengan udia. Dia merasa sakit hati mengeluarkan uang sebanyak itu sekaligus.


    Melihat ekspresi ragu suaminya, udia berkata, “Ivan, kenapa pemikiranmu sempit sekali?”


    udia memelototi suaminya dengan meremehkan,lu mengeluarkan ponselnya dan berkata dengan bangga, “Nah, kamu lihat sendiri. Sekarang pengikut akun media sosialku sudah mencapai dua jutaan orang. Melihat panasnya kasus Luna kali ini, mungkin saja juh pengikutku akan mencapai sepuluh juta penggemar!”


    “Ku kita menghabiskan uang 20 miliar itu sekarang, sama sekali nggak mash. Kk, aku bisa mengandalkan sosial mediaku untuk berjun. Bahkan penghasnku bisa lebih dari puluhan miliar!”


    Keuntungan yang dia peroleh dari berkhianat pada Luna bukan hanya 20 miliar saja.


    Dia akan menjadi selebriti inte terkenal, memperoleh penghasn yang banyak serta meningkatkan status sosialnya.


    Jadi, dia sama sekali tidak menyesal sudah mengkhianati Luna.


    Apa artinya hubungan pertemanan? Bagaimana mungkin bisa dibandingkan dengan keuntungan yang terpampang nyata di depan


    matanya ini?


    Ivan yang sudah mi tergerak menn air liurnya. Namun, dia tetap berkata dengan memasang ekspresi ragu. “Tapi, meminta orangin mhirkan anak untuk kita adh tindakan ilegal dan sangat mahal. Sin itu, ku sampai ketahuan, seluruh penduduk di negeri ini akan memakimu menjadikan orangin sebagai mesin pencetak bayi. Ku sampai hal itu terjadi, kamu nggak akan bisa menjadi selebriti integi. Lagi p, tubuhmu baik-baik saja. Kamu bisa mhirkan anak sendiri.”


    “Omong kosong!”


    udia berkata dengan marah, “Apa kamu nggak tahu mhirkan anak berbahaya dan berdampak buruk bagi tubuh wanita? Lagi p, aku nggak akan menyia-nyiakan masa mudaku untuk mhirkan anak. Aku ingin tetap tampak cantik dan muda seperti ini. Aku nggak peduli ilegal atau nggak ilegal. Kita punya uang, kenapa kita nggak boleh menjadikan orangin sebagai mesin pencetak bayi?”


    Wanita itu mengucapkan kata-kata itu dengan percaya diri, seh-h masa muda dan kondisi tubuhnya penting, sedangkan masa muda dan kondisi tubuh wanita itu tidak penting.


    “Ivan, ku kamu masih cerewet seperti ini, aku akan mencari priain!”


    Selesai berbicara, udiangsung masuk ke dm klinik.


    Saking ketakutannya, Ivan segera mengikutingkah istrinya dari bkang.


    “Kalian sudah datang, ya.”


    Di dm klinik, ada beberapa orang pria dan wanita yang mengenakan masker menatap mereka dengan tatapan tajam.


    <ul>


    <li></li>


    </ul>


    udia tahu mereka adh komplotan yang menawarkan jasa ilegal itu. Klinik ini hanya sebagai lokasi transaksi ilegal mereka.


    Sebelumnya dia sudah sepakat dengan orang-orang ini, yaitu 10 miliar.


    “Di mana wanita itu? Aku ingin bertemungsung dengannya,” kata udia.


    “Bawa dia keluar!” kata ketua komplotan itu sambil menepuk tangannya. Sesaat kemudian, seorang wanita dengan ekspresi pucat pasi dan sekujur tubuh gemetaran dibawa keluar.


    Kedua tangannya diikat di bkang, sangat js bahwa dia tidak bersedia mkukannya.


    Melihat wanita itu seharusnya baru berumur sekitar tujuh bs tahun dan parasnya sangat cantik, udia merasa agak iri padanya.


    Pada saat bersamaan, dia juga sangat puas dengan mesin pencetak bayi ini.


    “Oke, dia saja!”


    Kemudian, udia bertanya dengan hati-hati, “Tapi, sepertinya wanita ini nggak bersedia mkukannya, ‘kan? Bagaimana ku sampai mrikan diri atau ada mashin?”


    “Jangan khawatir, anggota kami akan mengawasinya dengan ketat. Dia nggak akan punya kesempatan untuk mrikan diri. Ku dia berani mrikan diri, hehe…” kata ketua komplotan itu dengan ekspresi kejam.


    Saking ketakutannya, sekujur tubuh wanita itu gemetaran, bahkan dia sampai menangis.


    “Oke, ku begitu aku berikan dua miliar sebagai tanda jadi.”


    udia meminta Ivan untuk melepaskan tas yang tergantung di punggungnya dan membayar uang muka.


    Tentu saja dia tidak sebodoh itu mkukan pembayaran dengan cara transfer, minkan dengan uang tunai.


    “udia, apa kamu nggak merasa bersh menikmati uang hasil kamu mengkhianati Luna?!”


    Tepat pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara dingin dari arah bkangnya.Còntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org


    Ardika berjn menghampiri wanita itu denganngkah santai.


    <script>


    load_facebook = false;


    window.onscroll = function() {


    if (load_facebook == false) {


    load_facebook = true;


    var s = document.createElement("script");


    s.type = "text/javascript";


    s.src = "https://connect.facebook/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v14.0&appId=3339256753013270&autoLogAppEvents=1";


    $("body").append(s);


    }


    };
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
The Wrong Woman The Day I Kissed An Older Man Meet My Brothers Even After Death A Ruthless Proposition Wired (Buchanan-Renard #13)