Bab 28 Pamanku Adh Wali Kota
“Apa yang kamukukan? Jangan bergerak!”
Ferry tanpa sadar mundur sngkah, dia memelototi Ardika dengan pucat,lu berkata, “Istrimu memukulku, jadi aku bisa membuatnya di penjara hingga seumur hidup ”
“Apakah kamu sedang mengancamku?*
Ardika berjn maju,lu mengangkat tubuh Ferry.
Bam!
Kep Ferry membentur jend hingga pecah dan bergantung di luar. Namun, tubuhnya masih
berada di dm ruangan.
“Ah….”
Ferry menjerit dengan keras.
Dia terus memberontak, tetapi tubuhnya tersangkut di jend sehingga tidak bisa keluar.
Wajah yang gendut itu berlumuran darah karena tergores pecahan kaca.
“Aku adh direktur Departemen PUPR Beraninya seorang idiot memukulku! Kalian sekeluarga
pasti akan mati
Ardika tidak menjawab, tetapi diangsung menendang Ferry
“Ah….”
Tubuh bagian atas Ferry juga keluar dari jend.
Rangka logam sedikit bengkok karena benturan yang keras. Ferry merasakan tng di seluruh
tubuhnya sudah patah.
Ardika tidak berbicara. Dia berjn keluar dari ruangan, kemudian menarik leher Ferry.
Disertai jeritan yang keras, Ardika menarik tubuh Ferry keluar dengan paksa.
“Direktur Departemen PUPR? Jabatan yang hebat sekali! Ayo, kita perlihatkan kepada semua
bawahanmu.”
Ardika pun menarik pergngan kaki Ferry.
Dia menariknya kentai bawah seperti seekor anjing.
Gesekan pun terjadi sepanjang jn.
Ketika sampai di lobintai bawah, Ferry sudah babak belur.
Ratusan orang di dm gedung ikut terkejut dan bergegas turun.
“Cepat! Cepat hubungi Paman Ridwan! Suruh dia bawa Kapolda Sigit, ke sini dan tembak mati bajingan ini.”
Seth mengh napas sebentar, Ferry kembali berteriak.
“Cepat lepaskan Pak Ferry, pamannya adh Wali Kota Ridwan Beraninya kamu mkukan tindakan kriminal di Departemen PUPR, apakah kamu masih menghormati pemerintahan?”
Ada yang segera menelepon, ada yang memarahi Ardika. Bahkan, ada yang ingin maju untuk menyerang Ardika.
Namun, ketika melihat tatapan Ardika yang mematikan, mereka segera mundur beberapa
“Dasar tak berguna! Cepat tolong aku!” Ferry tidak pernah dipermalukan seperti ini, dianjut berteriak, “Bajingan! Sebelum pamanku datang, sebaiknya kamu lepaskan aku. Cepat berlutut dan
minta maaf kepadaku.”
“Ku nggak, aku jamin keluargamu pasti akan mati ah!”
Ardikangsung menginjak mulut Ferry dan membuatnya terdiam.
Sambil duduk, Ardika pun bertanya, “Kenapa Ridwan masih belum datang?”
Pada saat ini, suara mesin mobil terdengar dari luar
Di luar gedung Departemen PUPR.
Beberapa mobil milik kantor wali kota sedang mendekat Ridwan sang wali kota juga duduk di
sh satu mobilnya.Original content from N?velDrama.Org.
Ketika mobil berhenti, Ridwan segera turun. Diangsung beri ke dm bersama Kapolda Sigit
Tomiko.
“Haha, Paman Ridwan datang. Dasar idiot! Kamu dan istrimu sekeluarga pasti akan mati
Sekarang, meskipun kamu berlutut dan minta maaf, semua sudah tembat.”
Ferry segera mendorong kaki yang menginjak mulutnya,lu berteriak dengan keras seh–h
melihat juru smat, “Paman Ridwan, kamu akhirnya datang. Ku kamu tembat sedikit saja,
aku pasti sudah mati
Melihat Ardika yang duduk di kursi, Ridwan pun menggigil.
Orangin tidak tahu identitas Ardika, tapi sebagai Wali Kota Banyuli, Ridwan tentu saja tahu
Dewa Perang Ardika!
+15 BONUS
Ferrynjut berteriak, “Paman, cepat, cepat tangkap si idiot ini! Tembak dia!”
“Diam kamu!<b>”</b>
Ridwan tiba–tiba berteriak, kemudian menunjuk Ferry dan memarahinya, “Dasar binatang! Beraninya kamu menodai Nona Luna? Sebagai Wali Kota Banyuli dan paman kandungmu, aku
nggak akan mengizinkan tindakanmu itu.”
SURPERISE GIFT: 500 bonus free for you,activity time is limited!
?
313
<script>
load_facebook = false;
window.onscroll = function() {
if (load_facebook == false) {
load_facebook = true;
var s = document.createElement("script");
s.type = "text/javascript";
s.src = "https://connect.facebook/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v14.0&appId=3339256753013270&autoLogAppEvents=1";
$("body").append(s);
}
};