17kNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
17kNovel > Menantu Pahlawan Negara > Bab 2

Bab 2

    <h1 id="5907639" ss="title" data-v-5fc3cba6="">Bab 2 Kue Seharga Seratus Ribu</h1>


    Suara keras terdengar dari ujung telepon, seh-h ada meja dan kursi yang terbalik.


    Draco pun menjawab dengan nada gemetar, “Bos, ini benar-benar kamu? Ke mana saja kamu?”


    “Sma ini, bos nggak ada kabar sama sekali. Teman-teman juga sangat panik.”


    “Tapi, identitasmu sangat rahasia. Tanpa perintah, kami nggak berani pergi mencarimu.”


    Sambil mengh napas, Ardikalu menjawab, “Aku bertemu beberapa orang licik. Nggak mash, sekarang aku sudah pulih.”


    “Ada orang yang ingin menckakanmu? Siapa? Bos, berikan perintah! Aku akan bawa teman-teman untuk meratakan mereka,” bentak Draco.


    “Nggak perlu,” jawab Ardika dengan ekspresi dingin. Terkait mash Keluarga Mahasura, dia tidak ingin menggunakan bantuan dari luar. Semua ini harus diselesaikan oleh Ardika sendiri.


    “Ada satu hal yang perlu kamukukan.”


    “Mm ini, segera bawa Grup Angkasa Sura ke Kota Banyuli.”


    “Sin itu, umumkan bahwa kita akan berinvestasi 20 triliun di Kota Banyuli.”


    Sma tiga tahun bergabung dengan militer, Ardika tidak hanya memimpin bawahan untuk berperang. Dia juga membangun sebuah kerajaan bisnis di luar negeri yang bernama Grup Angkasa Sura!


    Dia akan menggunakan Grup Angkasa Sura untuk membantu Luna.


    “Siap!” jawab Draco tanpa ragu. “Bos, aku akan segera datang ke Kota Banyuli. Ketika kamu menghng, ada orang-orang yang mi bergerak di luar sana maupun di dm. Aku harus mporkan beberapa hal kepadamungsung.”


    “Baik.”


    …


    Grup Angkasa Sura masuk ke Kota Banyuli dengan kehebohan besar.


    Mm itu, seperti ledakan bom yang besar, kabar tersebutngsung tersebar di seluruh Kota Banyuli.


    Semua orang tahu bahwa hal itu akan mengubah situasi kekuatan keluarga besar di Kota Banyuli.


    Grup Angkasa Sura merupakan perusahaan pemodal ks atas yang memiliki modal investasi dm juh besar. Mereka berfokus pada bisnis investasi.


    Ku sh satu keluarga di Kota Banyuli berhasil bekerja sama dengan Grup Angkasa Sura, kekuatan keluarga tersebut pasti akan meroket dan menduduki puncak Kota Banyuli.


    Keesokan harinya, Ardika meninggalkan rumah sakit dan pergi ke kediaman Keluarga Basagita.


    V Keluarga Basagita.


    Hari ini Tuan Besar Basagita berng tahun yang ke-70, suasana seluruh v Keluarga Basagita tampak sangat bahagia dan juga meriah.


    “Wn Basagita, memberikan hadiah satu vas seharga 1,2 miliar.”


    “Wisnu Basagita, memberikan hadiah satu patung emas seharga 800 juta.”


    Melihat satu per satu orang yang datang memberi hadiah, Tuan Besar Basagita yang duduk di kursi utama menunjukkan ekspresi gembira.


    Suasana di dm v begitu bahagia, tetapi pada saat ini ….


    “Luna Basagita, memberikan hadiah kue buatan sendiri seharga … seratus ribu.”


    Semua orang tertegun secara serentak, mereka pun menatap Luna yang membawa kue dengan ekspresi aneh.


    “Memalukan! Kamu membawa hadiah seperti itu untukku?”


    Ekspresi Tuan Besar Basagita sangat masam.


    “Kakek, aku ….”Original content from N?velDrama.Org.


    Luna menundukkan kepnya, ketika ingin menjskan, kakak sepupu yang bernama Wn pun memotongnya dengan ekspresi sinis, “Luna, hari ini ng tahun Kakek yang ke-70. Hadiah yang kami berikan berni ratusan juta sampai miliaran. Kenapa kamu mh membawa kue busuk seperti itu? Kenapa ada cucu pelit sepertimu?”


    Hubungan Wn slu tidak baik dengan Luna, dia juga iri karena Luna lebih cantik darinya.


    Luna merasa sangat sedih. Dia menundukkan kepnya sambil menjskan, “Kakak, aku juga nggak ingin memberikan satu kue saja. Tapi sekarang, keluarga kami terlilit utang, perusahaan juga hampir bangkrut. Jadi ….”


    “Kenapa? Begak miskingi? Memangnya miskin itu bisa dijadikan san?”


    k!


    Sambil mendengkus dingin, Wn mengangkat tangan kanannya dan menjatuhkan kue tersebut kentai.


    “Anjing saja nggak mau makan kue busuk seperti itu. Aku nggak tahu kenapa kamu berani memberikan hadiah seperti itu kepada Kakek.”


    Melihat kue yang jatuh berantakan tersebut, mata Luna mi memerah.


    Luna menghabiskan waktu sepanjang mm untuk membuat kue tersebut, itu adh niat yang tulus. Siapa sangka, keluarganya mh tidak menghargainya.


    Saat ini, kakaknya Wn yang bernama Wisnu berjn mendekat sambil menatap Luna dengan jijik.


    “Luna, jangan-jangan kamu hanya ingin memberikan hadiah murah,lu datang makan enak, ya?”


    “Bagaimanapun, Kakek menyiapkan banyak makanan enak dan mahal di ng tahun kali ini. Kalian sekeluarga pasti nggak pernah melihatnya, ‘kan?”


    Seketika, semua orang tertawa terbahak-bahak.


    “Benar kata Wisnu. Sepertinya kalian sekeluarga datang untuk makan gratis.”


    “Tapi, kalian tentu saja nggak berhak makan makanan enak dan mahal ini.”


    “Suruh bagian dapur masak mi untuk mereka saja.”


    “Jangan meninggikan mereka. Mereka hanya perlu makan makanan sisa semm saja. Bagi mereka, makanan sisaan semm sudah termasuk makanan enak.”


    Tuan Besar Basagita juga ikut tertawa. Dialu berkata dengan ekspresi lebih tenang, “Masak mi saja buat mereka,gi p masakan sisa itu buat anjing.”


    “Kakek memang baik hati. Luna, cepat ucapkan terima kasih sama Kakek,” ucap Wn dengan tatapan sinis.


    Luna menggigit bibirnya dengan mata merah, dia juga tidak menjawab.


    “Sudah, bentargi kita akan mi makan. Wn, cepat atur orang-orang untuk duduk.”


    Tuan Besar Basagita tidak peduli dengan reaksi Luna, minkan memberikan perintah sambil mmbaikan tangannya.


    Seth mendapat perintah dari Tuan Besar Basagita, Wn segera berdiri dan berkata, “Bagi keluarga yang berkontribusi 20 miliar ke atas, duduk di meja utama.”


    “Keluarga yang berkontribusi 10 miliar ke atas, duduk di baris pertama.”


    “Keluarga yang berkontribusi 2 miliar ….”


    …


    Takma kemudian, semua orang sudah duduk.


    Hanya Luna sekeluarga yang berdiri dengan ekspresi canggung.


    Lunalu bertanya dengan wajah merah, “Wn, kami duduk di mana?”


    Wn menjawab dengan sinis, “Duduk di mana? Bukannya ada kursi dan meja lipat di pojokan? Kalian duduk saja di sana. Aku akan menyajikan tiga mangkuk mi untuk kalian nanti.”


    Tindakannya benar-benar sangat merendahkan. Sambil menahan air mata, Luna berkata, “Kita adh keluarga, kenapa kamu sengaja mempekukan kami seperti itu?”


    Wn menjawab dengan ekspresi sinis, “Kenapa? Nggak terima? Semua kursi di sini hanya untuk orang-orang yang berkontribusi. Makin besar kontribusi yang diberikan, tempat duduknya makin bagus. Begitu juga sebaliknya.”


    Pada saat ini, terdengar suara dari depan pintu, “Ku begitu, orang yang berkontribusi 20 triliun duduk di mana?”


    Berkontribusi 20 triliun?


    Siapa yang punya nyali untuk berkata seperti itu?


    Semua orang melihat ke sumber suara,lu menyadari kehadiran Ardika di depan pintu.


    Seketika, semua orang tertawa terbahak-bahak.


    “Aku kira siapa, ternyata Ardika si idiot!”


    “Memangnya dia tahu 20 triliun itu berapa angka nolnya? Sepertinya dia bahkan nggak bisa berhitung dengan benar.”


    Sambil menepuk pegangan kursi, Tuan Besar Basagita berkata, “Ku kamu bisa berkontribusi 20 triliun, aku bahkan berani memberikan kursi ini kepadamu.”


    “Sayangnya, seorang idiot sepertimu bahkan nggak bisa mengeluarkan satu perak pun.”


    Ucapan itu membuat semua orang kembali tertawa.


    Wn pun ikut mengoceh dengan ekspresi jijik, “Luna, beraninya kamu membawa si idiot itu ke kediaman Keluarga Basagita? Memangnya kamu nggak malu, ya?”


    Luna sekeluarga benar-benar ingin mencari tempat untuk bersembunyi.


    “Dasar idiot, kenapa kamu datang ke sini? Cepat pergi!” Ibu mertuanya yang bernama Desi Liwanto mengangkat tangan untuk menampar Ardika, tetapi Ardika berhasil menghindarinya.


    Semua orang tertegun,lu menatap Ardika dengan ekspresi aneh.


    Biasanya si idiot ini slu dipukul, apa yang terjadi hari ini?


    Apakah dia sudah sembuh?


    <script>


    load_facebook = false;


    window.onscroll = function() {


    if (load_facebook == false) {


    load_facebook = true;


    var s = document.createElement("script");


    s.type = "text/javascript";


    s.src = "https://connect.facebook/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v14.0&appId=3339256753013270&autoLogAppEvents=1";


    $("body").append(s);


    }


    };
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
The Wrong Woman The Day I Kissed An Older Man Meet My Brothers Even After Death A Ruthless Proposition Wired (Buchanan-Renard #13)